SAIC Motor akhirnya membuka tirai untuk model listrik terbarunya, SAIC Z7 dan SAIC Z7T. Dari foto resmi yang dirilis, sulit menahan komentar: garis desainnya mengingatkan orang pada Porsche Taycan, lengkap dengan nuansa sporty yang rapi dan proporsi yang “mewah minimalis”.
Produk ini menjadi model kedua dari merek tersebut setelah SAIC H5. Menariknya, pengembangan Z7 dan Z7T tidak memakai platform Nebula milik SAIC. Keduanya justru dibangun di atas platform Tuling, yang dikembangkan dalam ekosistem Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) dan dipimpin Huawei. Ini memberi sinyal bahwa SAIC sedang serius mengikat kerja sama teknologi, bukan hanya tempel stiker “smart”.
Untuk pilihan bodi, SAIC menyiapkan dua karakter. Z7 hadir sebagai sedan, sedangkan Z7T adalah wagon yang menawarkan ruang belakang lebih lega. Versi wagon ini diyakini memberi keuntungan pada area bagasi dan fleksibilitas kabin, cocok untuk pengguna yang ingin EV bergaya sporty tapi tetap “keluarga banget”.
Ukuran detail belum dipublikasikan resmi. Namun dari pendekatan desain, Z7T jelas menonjolkan sisi praktis: ruang muat lebih luas dan kemungkinan posisi duduk belakang yang lebih nyaman. Jadi, ini bukan sekadar sedan yang dipanjangkan, melainkan varian dengan orientasi penggunaan berbeda.
Di dalam kabin, SAIC menampilkan kombinasi sport dan teknologi. Ada setir bergaya sporty, layar sentuh Sunflower 4D, serta layar tambahan untuk penumpang. Yang unik, beberapa elemen visual interior disebut terinspirasi dari karya seni terkenal seperti The Starry Night, Mona Lisa, dan Girl with a Pearl Earring. Kalau biasanya dashboard cuma “hitam elegan”, ini mencoba jadi “galeri berjalan”.
Soal sistem penggerak, beberapa sumber menyebut konfigurasi motor listrik bisa tersedia dalam opsi motor belakang dan versi dua motor (depan-belakang). Paket baterainya disebut hasil kolaborasi Huawei dan CATL, dengan pilihan kapasitas 80 kWh dan 100 kWh. Artinya, targetnya bukan EV mungil kota, melainkan EV yang siap untuk perjalanan serius.
Platform Tuling Huawei juga dioptimalkan untuk komponen kenyamanan dan handling. Disebutkan ada dukungan suspensi udara, dengan mekanisme dual-wishbone di depan dan suspensi independen 5-link di belakang. Setup seperti ini biasanya dipakai untuk menyeimbangkan kenyamanan harian dan stabilitas saat dipacu.
Fitur sensor juga jadi perhatian, karena mobil ini disebut membawa LiDAR untuk dukungan fitur bantuan berkendara. Di bagian belakang, ada desain lampu “Star River” yang memanjang dan mencolok. Sementara itu, pegangan pintu dibuat semi-tersembunyi—pilihan yang cukup strategis mengingat tren regulasi di China mulai membatasi gagang pintu elektrik penuh mulai 2027.
SAIC menjadwalkan peluncuran resmi Z7 dan Z7T pada 31 Maret. Untuk harga, prediksinya berada di kisaran 250.000 sampai 350.000 yuan, atau sekitar 36.200–50.700 dolar AS. Jika angka ini mendekati kenyataan, SAIC Z7 bisa jadi opsi EV “rasa premium” yang agresif secara harga—dan bikin kompetitor harus siap-siap menaikkan level, bukan cuma menaikkan poster iklan.






