BYD Song Ultra EV mencatat pencapaian yang sangat kuat hanya sebulan setelah meluncur di pasar China. SUV listrik mid-range ini berhasil menjual 61.240 unit, sebuah angka yang langsung menempatkannya sebagai salah satu model paling menarik dalam persaingan kendaraan listrik domestik. Dengan harga yang relatif agresif, model ini tampak seperti senjata penting BYD untuk kembali menguat di pasar rumahnya sendiri.
Song Ultra EV diperkenalkan pada akhir Maret dan langsung mendapat sambutan besar. Data dealer menunjukkan rata-rata 15 pesanan per toko dalam 72 jam pertama, sementara kunjungan showroom naik 40 persen. Ini menandakan bahwa minat konsumen datang sangat cepat, bukan sekadar karena rasa penasaran, tetapi juga karena spesifikasi yang dianggap relevan untuk kebutuhan keluarga dan penggunaan harian.
Salah satu alasan utama daya tariknya adalah kombinasi ukuran dan teknologi. Panjang mobil mencapai 4.850 mm dengan wheelbase 2.840 mm, memberi ruang interior yang lega. Di dalam kabin, BYD menyematkan layar sentuh 15,6 inci dan head-up display 26 inci, yang membuat interior terasa modern tanpa tampak berlebihan. Mobil ini dibangun di atas platform e-Platform 3.0 Evo 800V, sehingga dukungan performa dan pengisian cepatnya memang disiapkan sejak awal.
Untuk performa, BYD menawarkan dua opsi motor listrik dengan tenaga 322 hp dan 362 hp, dengan kecepatan puncak sampai 210 km/jam. Angka ini cukup untuk menempatkannya di zona yang kompetitif, bukan hanya dalam lingkup EV, tetapi juga saat dibandingkan dengan mobil bermesin bensin di kelas yang sama. Inilah yang membuat Song Ultra EV terasa lebih dari sekadar kendaraan listrik biasa.
Yang paling mencuri perhatian tentu baterai Blade 2.0. Teknologi ini memungkinkan pengisian dari 10 persen ke 97 persen hanya dalam 8 menit 47 detik, sementara pengisian dari 10 persen ke 70 persen bisa selesai dalam 5 menit 3 detik. Di tengah persaingan EV yang makin padat, kecepatan isi daya seperti ini adalah nilai jual yang sangat kuat dan mudah dipahami konsumen.
Harga jualnya juga dibuat kompetitif, yakni 151.900 yuan atau sekitar 22.200 dolar AS. Dengan banderol ini, Song Ultra EV bukan hanya menekan pesaing seperti Tesla Model Y dan XPeng G6, tetapi juga mulai mengganggu wilayah yang selama ini dikuasai mobil bensin. Strategi seperti ini menunjukkan bahwa BYD tidak sekadar bermain di pasar EV, tetapi juga mencoba menggeser logika pilihan konsumen secara lebih luas.
BYD turut memperkuat ekosistemnya dengan membangun lebih dari 5.500 stasiun pengisian super cepat di China dan menargetkan 20.000 stasiun pada akhir 2026. Dukungan infrastruktur itu penting karena model seperti Song Ultra EV akan jauh lebih menarik ketika pengguna merasa nyaman mengisi daya di mana saja. Dengan penjualan yang tinggi, teknologi pengisian yang cepat, dan harga yang tajam, Song Ultra EV tampak seperti bukti bahwa BYD masih sangat siap bertarung di garis depan pasar listrik China.






