California selama ini dikenal sebagai wilayah yang paling agresif mendorong kendaraan listrik di Amerika Serikat. Namun, data terbaru memperlihatkan kenyataan yang jauh lebih suram. Pada kuartal pertama tahun ini, penjualan kendaraan tanpa emisi di negara bagian itu turun tajam, membuat reputasi California sebagai “surga EV” ikut goyah.
Sepanjang awal tahun, California hanya mencatat 57.111 kendaraan tanpa emisi. Angka itu turun sekitar 40,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika jumlahnya masih mencapai 95.520 unit. Penurunan itu juga tidak berdiri sendiri karena pasar mobil baru secara keseluruhan ikut melemah. Total penjualan mobil di California turun 8,9 persen, dari 457.525 menjadi 416.810 unit.
Pangsa pasar kendaraan listrik pun ikut menyusut. Pada kuartal pertama tahun ini, porsi kendaraan non-emisi berada di angka 13,7 persen. Jika melihat perjalanan beberapa tahun terakhir, angka tersebut jelas jauh dari fase puncak yang pernah diraih pasar EV California. Dulu, kendaraan listrik sempat menembus porsi yang jauh lebih tinggi, tetapi kini momentum itu terlihat melemah.
Tesla masih memimpin pasar EV California, tetapi penjualannya juga ikut tertekan. Pendaftaran baru Tesla pada tiga bulan pertama tahun ini turun 24,3 persen menjadi 31.958 kendaraan. Menariknya, pangsa pasar Tesla justru tampak naik, namun itu lebih banyak karena para pesaing turun lebih dalam daripada karena lonjakan penjualan Tesla sendiri. Posisi dominan tetap bertahan, tetapi pasar secara keseluruhan sedang lesu.
Rival-rival Tesla juga mengalami penurunan besar. Audi, Honda, BMW, Ford, dan Chevrolet sama-sama mencatat pelemahan tajam dalam penjualan kendaraan listrik di California. Sebagian merek bahkan kehilangan lebih dari separuh volumenya dibanding tahun sebelumnya. Di sisi lain, beberapa nama seperti Lexus, Toyota, dan Lucid justru mencatat kenaikan, meski belum cukup untuk membalikkan arah pasar.
Faktor yang menekan pasar cukup beragam. Daya beli konsumen menjadi salah satu penyebab utama, disusul biaya pembiayaan, tarif, dan inflasi yang masih membayangi. Di atas semua itu, penghapusan program insentif pajak federal untuk kendaraan listrik juga ikut memberi dampak negatif. Ketika subsidi menghilang dan biaya hidup naik, pasar EV yang sebelumnya terlihat kuat bisa kehilangan tenaga dalam waktu singkat.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa California memang pernah menjadi laboratorium besar bagi adopsi kendaraan listrik, tetapi pasar tetap tunduk pada kondisi ekonomi. Konsumen kini lebih selektif, produsen makin bersaing, dan dukungan kebijakan tidak selalu bertahan selamanya. Karena itu, penurunan ini bukan hanya soal angka, tetapi juga sinyal bahwa pasar EV dapat berubah cepat saat angin ekonomi berbalik arah.






