Lebih dari 70 Demokrat AS Desak Larangan Mobil China Tetap Berlaku

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebih dari 70 Demokrat AS Desak Larangan Mobil China Tetap Berlaku

Lebih dari 70 Demokrat AS Desak Larangan Mobil China Tetap Berlaku

Lebih dari 70 anggota Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat meminta Presiden Donald Trump untuk mempertahankan larangan terhadap mobil buatan China. Seruan ini menambah panjang daftar kekhawatiran di Washington soal keamanan nasional, data pengguna, dan persaingan strategis di industri otomotif.

Dalam surat yang dikirim ke Gedung Putih, para anggota parlemen yang dipimpin Debbie Dingell dan Ro Khanna mendesak agar pembuat mobil China tidak diberi akses untuk membangun pabrik maupun menjual kendaraan di pasar Amerika. Mereka menilai langkah tersebut perlu dipertahankan agar industri otomotif domestik tidak kehilangan kendali di tengah kompetisi global yang makin keras.

Isu ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, tiga senator Demokrat juga sudah mengajukan seruan serupa menjelang pertemuan Trump dan Presiden China Xi Jinping. Nada surat mereka tegas: Amerika Serikat tidak boleh menyerahkan industri otomotifnya kepada pesaing strategis yang sedang mengejar dominasi global. Pandangan seperti ini menunjukkan bahwa kendaraan China kini diperlakukan bukan sekadar sebagai produk impor, tetapi sebagai bagian dari pertarungan geopolitik.

Pemerintahan Joe Biden sendiri telah mengeluarkan aturan luas pada Januari 2025 yang pada praktiknya membatasi mobil China masuk ke Amerika Serikat. Alasan utamanya adalah keamanan nasional, terutama kekhawatiran bahwa kendaraan modern bisa mengumpulkan data sensitif dari pengguna. Ditambah lagi, mobil China juga terbebani tarif impor tinggi yang membuat peluang masuk ke pasar Amerika makin kecil.

Meski begitu, minat konsumen Amerika terhadap model asal China dilaporkan justru mulai meningkat. Situasi ini membuat perdebatan semakin rumit, karena di satu sisi pasar menunjukkan rasa ingin tahu, tetapi di sisi lain pemerintah dan banyak pelaku industri tetap menganggap risikonya terlalu besar. Kedutaan Besar China di AS pun menolak pendekatan yang dianggap diskriminatif itu dan meminta agar alasan keamanan nasional tidak disalahgunakan.

Gedung Putih menegaskan bahwa pemerintah memang berusaha menarik investasi untuk memperkuat industri domestik, tetapi tetap tidak akan menukar keamanan nasional demi keuntungan ekonomi jangka pendek. Selain itu, hampir semua pembuat mobil besar di AS melalui asosiasi dagang mereka juga meminta agar pembatasan terhadap produsen China tetap dipertahankan.

Debat ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik dan mobil pintar sudah melampaui status produk komersial biasa. Mereka kini dipandang sebagai aset strategis yang bisa memengaruhi data, manufaktur, dan peta kekuatan industri. Karena itu, larangan terhadap mobil China di AS kemungkinan belum akan selesai dalam waktu dekat. Selama isu keamanan, tarif, dan persaingan teknologi masih panas, mobil bukan lagi sekadar mobil.

Berita Terkait

Spesifikasi Jetour G700 Ark Edition Mobil Amfibi Cina Yang Bisa Berlayar Di Atas Permukaan Air
Kemewahan Mobil BMW 760i xDrive Protection Milik Raja Charles III Saat Berkunjung ke Amerika Serikat
Polisi Korea Selatan Gunakan Mobil Listrik Kia PV5 Berteknologi Kecerdasan Buatan dan Drone Canggih
BYD Naikkan Harga Paket ADAS God’s Eye di Tengah Lonjakan DRAM
Hyundai Perpanjang Garansi ICCU, Pengguna EV Masih Menyimpan Ragu
BYD Song Ultra EV Laris 61 Ribu Unit, Saingi Model Bensin
California Surga EV Kini Terpukul Penjualan Mobil Listrik
CATL Pamer Baterai Baru yang Bisa Penuh Hanya dalam Enam Menit

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Spesifikasi Jetour G700 Ark Edition Mobil Amfibi Cina Yang Bisa Berlayar Di Atas Permukaan Air

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Kemewahan Mobil BMW 760i xDrive Protection Milik Raja Charles III Saat Berkunjung ke Amerika Serikat

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Polisi Korea Selatan Gunakan Mobil Listrik Kia PV5 Berteknologi Kecerdasan Buatan dan Drone Canggih

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:07 WIB

Lebih dari 70 Demokrat AS Desak Larangan Mobil China Tetap Berlaku

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:06 WIB

BYD Naikkan Harga Paket ADAS God’s Eye di Tengah Lonjakan DRAM

Berita Terbaru

Sinopsis Film Netflix GTA

Berita

Sinopsis Film Netflix GTA San Andreas, 5 Fakta Menarik

Senin, 4 Mei 2026 - 19:43 WIB