Hyundai kembali mencoba menenangkan pemilik mobil listrik dengan memperpanjang garansi untuk pengontrol pengisian daya terintegrasi atau ICCU. Komponen ini bukan aksesori kecil, melainkan salah satu bagian penting yang mengatur pengisian dan menjaga suplai daya ke baterai 12V. Dalam kendaraan listrik, fungsi ICCU bisa dibilang setara dengan alternator pada mobil bermesin bensin.
Masalahnya, komponen ini juga dikenal memiliki tingkat kegagalan yang cukup tinggi. Ketika ICCU bermasalah, mobil bisa mengalami berbagai gangguan serius, mulai dari tidak bisa mengisi daya, muncul lampu peringatan, sampai kehilangan tenaga secara tiba-tiba. Karena itulah, langkah Hyundai memperpanjang garansi hingga 15 tahun atau 290.000 km menjadi perhatian besar di kalangan pengguna.
Sebelumnya, garansi ICCU hanya berlaku 10 tahun atau 160.000 km. Perpanjangan ini jelas cukup signifikan dan pertama kali diluncurkan di Eropa sebelum kemudian diperluas ke Amerika Serikat. Hyundai Motor America bahkan menyediakan panduan pengecekan status kendaraan lewat nomor VIN, agar pemilik mobil bisa melihat apakah unit mereka terdampak atau tidak.
Walau terdengar meyakinkan, banyak pemilik mobil listrik Hyundai justru merasa informasi yang tersedia masih belum cukup jelas. Sejumlah pengguna melaporkan bahwa ketika memasukkan VIN model seperti Ioniq 5 keluaran 2022, 2023, bahkan model 2025, sistem tidak selalu menampilkan status garansi atau penarikan yang pasti. Situasi ini membuat banyak orang bingung, apalagi jika kendaraan mereka sudah menunjukkan gejala yang mirip dengan kerusakan ICCU.
Keluhan yang paling sering muncul di forum dan media sosial berkisar pada mobil yang tidak mau menyala, baterai 12V melemah, pengisian daya gagal, atau muncul peringatan di panel instrumen. Dalam kondisi seperti ini, garansi yang lebih panjang memang memberi rasa aman, tetapi belum cukup untuk menghapus keraguan. Banyak pengguna masih ingin jawaban yang lebih tegas: apakah masalahnya sudah benar-benar diselesaikan, atau justru hanya ditunda?
Yang memperumit situasi adalah belum adanya penjelasan resmi yang setara dari Kia dan Genesis, dua merek yang juga berada dalam kelompok Hyundai Motor Group. Jika kebijakan serupa diterapkan, kepercayaan pasar mungkin sedikit membaik. Namun selama belum ada kepastian, kekhawatiran pelanggan akan tetap bertahan di sana-sini, seperti lampu peringatan yang tidak kunjung padam.
Di Vietnam, Hyundai Ioniq 5 sendiri dijual dalam dua varian, yakni Exclusive dan Prestige, dengan harga masing-masing sekitar 1,3 miliar dan 1,45 miliar VND. Dengan banderol setinggi itu, pengguna tentu berharap kualitas komponen inti benar-benar sepadan. Perpanjangan garansi memang langkah positif, tetapi bagi banyak pembeli, kepercayaan baru benar-benar pulih kalau akar persoalan ICCU benar-benar dibereskan.






