Kindred Motorworks memperkenalkan interpretasi baru Porsche 911 klasik dengan pendekatan yang cukup berani: mengubah mesin bensin legendarisnya menjadi tenaga listrik penuh. Proyek ini dibangun dari basis Porsche 911 generasi G-Series yang diproduksi antara 1974 hingga 1989, lalu dirombak total menjadi mobil listrik restomod yang memadukan aura klasik dengan teknologi modern.
Transformasi ini membuat Porsche 911 yang tadinya identik dengan bunyi mesin boxer kini mengandalkan motor listrik Grayback di belakang. Tenaga yang dihasilkan mencapai 375 hp, jauh lebih besar dibanding spesifikasi aslinya, dengan torsi sekitar 380 Nm. Angka itu menunjukkan bahwa meskipun mobil ini berangkat dari platform antik, performanya jelas tidak ingin tertinggal dari standar modern.
Untuk menopang sistem penggeraknya, Kindred membekali mobil ini dengan baterai berkapasitas 62,2 kWh bertegangan 400 volt. Jarak tempuh yang diklaim berada di kisaran 362 km dalam sekali pengisian. Perusahaan juga menjaga distribusi bobot di rasio 40:60 depan-belakang agar karakter pengendaraan khas Porsche 911 tetap terasa, meski jantung mekanisnya sudah sepenuhnya berubah.
Menurut Kindred, penggunaan motor listrik justru membuat respons mobil ini lebih cepat, kontrol lebih stabil, dan aliran tenaga terasa lebih halus dibanding sistem pembakaran internal. Ini bagian menariknya: mereka tidak mencoba meniru 911 lama secara mentah, tetapi memilih menerjemahkan sensasi klasik itu ke dalam rasa berkendara yang lebih modern. Buat sebagian puris mungkin ini dosa, tapi buat yang lain justru ini bentuk cinta dengan metode yang agak nyeleneh.
Kabin juga ikut direstorasi dan dimodernisasi. Fitur yang disematkan termasuk Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, sistem pendingin udara yang ditingkatkan, kursi depan berpemanas, pengisian MagSafe nirkabel, serta balutan kulit Nappa. Pendekatannya jelas: mempertahankan nuansa ikonik 911 lama, tetapi menghapus sebanyak mungkin kerepotan yang biasanya datang saat hidup bersama mobil tua.
Kindred menegaskan bahwa setiap unit dipulihkan sepenuhnya sebelum dikonversi ke powertrain listrik. Jadi, proyek ini bukan sekadar mencomot bodi lama lalu menjejalkan baterai. Ada proses restorasi menyeluruh yang membuat mobil benar-benar diperlakukan sebagai karya eksklusif. Hal ini sejalan dengan pasar yang mereka bidik, yakni kolektor dan penggemar mobil klasik yang ingin sesuatu yang sangat spesial dan berbeda.
Harga yang dipatok pun mencerminkan eksklusivitas tersebut. Porsche 911 versi listrik ini dibuka mulai 299.000 dolar AS, atau hampir setara Rp8 miliar. Produksinya dibatasi hanya 12 unit, dengan pengiriman pertama diperkirakan baru mulai kuartal pertama 2027. Jumlah yang sangat sedikit ini otomatis membuat proyek tersebut terasa lebih sebagai barang koleksi daripada sekadar kendaraan harian.
Ke depan, Kindred mengatakan akan mengumumkan lebih detail soal warna dan konfigurasi tambahan pada Agustus nanti. Dengan segala keterbatasan produksinya, 911 listrik ini tampaknya memang tidak dibuat untuk semua orang. Ia hadir sebagai eksperimen mahal yang mempertemukan nostalgia, performa, dan elektrifikasi dalam satu paket. Dan di dunia restomod, kadang hal paling mahal bukan sekadar teknologinya, tapi keberanian untuk menyentuh ikon tanpa takut dicibir.






