Mengemudi mobil listrik saat cuaca panas memerlukan perhatian lebih dari biasanya. Di Vietnam, kondisi ini menjadi semakin relevan menjelang liburan 30 April hingga 1 Mei, ketika suhu di Kota Ho Chi Minh dan wilayah selatan diperkirakan meningkat cukup tinggi. Mobil listrik tetap nyaman dipakai, tetapi ada beberapa hal yang sebaiknya tidak disepelekan sebelum berangkat.
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah lokasi parkir. Jika mobil terlalu lama diparkir di tempat terbuka tanpa naungan, suhu kabin bisa naik drastis. Saat kabin terlalu panas, sistem pendingin udara akan bekerja lebih keras ketika mobil dinyalakan kembali. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memberi tekanan tambahan pada baterai dan sistem kelistrikan, yang akhirnya memengaruhi efisiensi jarak tempuh.
Karena itu, tempat parkir yang teduh menjadi pilihan yang jauh lebih aman. Jika tidak tersedia, penutup mobil bisa dipertimbangkan untuk mengurangi kenaikan suhu kabin. Langkah sederhana ini membantu meringankan beban saat AC mulai bekerja penuh setelah kendaraan masuk ke udara panas.
Hal berikutnya adalah pengisian daya. Pengisian cepat terus-menerus di bawah suhu tinggi memiliki risiko lebih besar terhadap baterai tegangan tinggi. Recurrent menyebut suhu di atas 30 derajat Celsius dapat mempercepat reaksi kimia yang tidak diinginkan di dalam baterai. Jika dikombinasikan dengan fast charging, risikonya bisa makin tinggi. Studi Geotab juga menunjukkan bahwa penggunaan pengisian cepat yang terlalu sering berpotensi meningkatkan penurunan kapasitas baterai dari tahun ke tahun.
Tekanan udara ban juga perlu diperiksa. Di cuaca panas, tekanan ban bisa naik 10 hingga 15 persen, dan itu berpotensi menimbulkan masalah jika mobil dipacu dalam kecepatan tinggi. Pada mobil listrik, torsi instan yang besar membuat ban cenderung lebih cepat aus, sehingga kondisi ban yang terlalu penuh udara harus dihindari. Mengecek keempat ban sebelum perjalanan adalah langkah kecil yang sering menyelamatkan banyak hal besar.
Pengemudi juga sebaiknya menyiapkan alat darurat seperti kit tambal ban, ban cadangan bila tersedia, serta perlengkapan peringatan jika terjadi kendala di jalan. Ini bukan hanya soal keselamatan, tetapi juga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas yang berlaku. Dalam beberapa situasi, kelengkapan darurat bisa mencegah masalah kecil berubah menjadi persoalan yang lebih mahal.
Selain kondisi fisik mobil, rencana perjalanan juga harus disiapkan dengan matang. Meskipun sebagian besar mobil listrik di Vietnam punya jarak tempuh lebih dari 300 km per pengisian, banyak faktor di jalan yang bisa mengurangi jangkauan, seperti kemacetan, perubahan rute, atau cuaca ekstrem. Karena itu, pengemudi disarankan menyiapkan titik istirahat dan lokasi pengisian di sepanjang rute.
Setelah sekitar empat jam berkendara, berhenti sejenak bukan hanya baik untuk tubuh, tetapi juga memberi kesempatan pada mobil untuk sedikit menambah energi bila perlu. Pengemudi dapat memanfaatkan jaringan pengisian publik, termasuk V-GREEN dan aplikasi pencari stasiun pengisian lain. Dengan persiapan yang rapi, mobil listrik tetap bisa menjadi alat mobilitas yang aman dan nyaman, bahkan saat matahari sedang bekerja terlalu semangat.






