Setelah cukup lama dinantikan, Mercedes-Benz akhirnya resmi meluncurkan C-Class listrik. Kehadiran model ini menandai perubahan besar dalam strategi elektrifikasi pabrikan Jerman tersebut, terutama karena sedan ini tidak lagi memakai identitas penamaan lama bergaya EQ yang sebelumnya cukup kontroversial.
Berbeda dari ekspektasi banyak orang, desain C-Class listrik justru tidak mengikuti siluet membulat seperti EQE atau EQS. Mercedes memilih pendekatan yang lebih tegas dan proporsional, lebih dekat dengan karakter GLC EQ. Hasilnya, mobil ini terlihat lebih familiar sebagai sedan premium, tetapi tetap modern dan jelas membawa identitas EV.
Bagian depan mobil menampilkan gril yang terinspirasi dari sedan klasik Mercedes. Ada opsi gril bercahaya dengan 1.050 titik LED yang memperkuat kesan futuristis. Motif bintang khas Mercedes juga tidak hanya muncul di depan dan belakang, tetapi sampai disematkan ke area sunroof panorama, menjadikan tampilan mobil ini terasa lebih eksklusif.
Perubahan besar juga terjadi di interior. Pada varian tertinggi, C-Class listrik dibekali MBUX Hyperscreen 39,1 inci yang menggabungkan panel instrumen 10,3 inci dan dua layar sentuh 14 inci. Wheelbase diperpanjang 97 mm menjadi 2.962 mm, membuat ruang kaki belakang lebih lapang. Jadi, bukan cuma tampil mewah, mobil ini juga berusaha memberi kenyamanan yang lebih serius untuk penumpang.
Untuk performa, Mercedes-Benz C 400 4MATIC listrik mengandalkan dua motor listrik dengan tenaga sekitar 490 hp dan torsi 800 Nm. Paket baterai 94 kWh memungkinkan mobil ini menempuh jarak 592-762 km berdasarkan standar WLTP. Angka itu berada di atas GLC EQ, meski masih sedikit di bawah CLA EQ yang diklaim bisa melaju hingga 792 km.
Selain tenaga besar, sedan ini juga punya kemampuan pengisian cepat yang impresif. Dengan dukungan DC charging hingga 330 kW, baterai dapat menambah jarak tempuh sekitar 325 km hanya dalam 10 menit. Mercedes bahkan menyebut mobil ini sebagai C-Class paling sporty yang pernah mereka buat, dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 4 detik dan kecepatan puncak 210 km/jam.
Teknologi lain yang membuatnya menarik adalah sistem kemudi roda belakang hingga 4,5 derajat. Fitur ini membantu mobil lebih lincah saat kecepatan rendah dan lebih stabil ketika dipacu cepat. Mercedes juga membekali mobil ini dengan suspensi udara adaptif yang membaca kondisi jalan menggunakan data dari Google Maps dan platform cloud, sehingga kenyamanan berkendara dapat disesuaikan secara proaktif.
Menurut Mercedes, pengalaman berkendara C-Class listrik ini mendekati kelembutan S-Class saat perjalanan jauh. Klaim tersebut didukung kaca laminasi kedap suara, pendingin udara yang dibuat lebih senyap, dan fokus besar pada peredaman kabin. Model ini hanya akan tersedia dalam bentuk sedan, tanpa versi wagon, dan dijadwalkan mulai dijual di Amerika Serikat pada paruh pertama 2027.






