Kapasitas Baterai Mobil Listrik Ternyata Tahan Lebih Lama dari Dugaan

Avatar photo

- Penulis Berita

Senin, 27 April 2026 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil Listrik

Mobil Listrik

Kekhawatiran tentang daya tahan baterai mobil listrik sering kali menjadi alasan utama sebagian orang menunda beralih ke kendaraan listrik. Banyak calon pembeli masih bertanya-tanya, apakah jarak tempuh akan turun drastis setelah mobil dipakai beberapa tahun. Data terbaru dari Amerika Serikat justru memberi gambaran yang lebih meyakinkan.

Berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan Recurrent, sebagian besar mobil listrik hanya kehilangan sekitar 3 persen dari jarak tempuh maksimum setelah tiga tahun penggunaan. Temuan ini menunjukkan bahwa performa baterai EV ternyata lebih stabil daripada yang selama ini dibayangkan publik.

Riset tersebut didasarkan pada perjalanan nyata dalam jumlah sangat besar, yakni lebih dari 1,6 miliar kilometer. Karena datanya diambil dari penggunaan aktual, hasilnya dianggap cukup representatif untuk melihat perilaku baterai dalam jangka waktu menengah.

Secara rata-rata, mobil listrik masih mampu mempertahankan sekitar 97 persen kapasitas jarak tempuhnya setelah tiga tahun. Setelah lima tahun, angkanya masih berada di kisaran 95 persen. Artinya, penurunan performa tetap ada, tetapi berlangsung perlahan dan tidak terlalu drastis.

Contohnya, sebuah mobil listrik dengan klaim jarak tempuh 500 kilometer masih bisa menempuh sekitar 485 kilometer setelah tiga tahun. Setelah lima tahun, jaraknya diperkirakan masih sekitar 475 kilometer. Untuk banyak pengguna, penurunan sebesar ini masih tergolong wajar.

Temuan seperti ini penting karena selama ini keterbatasan jarak tempuh menjadi salah satu penghalang terbesar adopsi EV. Konsumen tidak hanya memikirkan jarak saat mobil baru, tetapi juga bagaimana kendaraan itu bertahan setelah dipakai dalam jangka panjang.

Recurrent juga menyoroti bahwa banyak produsen kini mengandalkan pembaruan perangkat lunak dan pengelolaan kapasitas baterai cadangan untuk menjaga performa. Dengan kata lain, mobil listrik modern tidak hanya bergantung pada baterai, tetapi juga pada sistem manajemen energi yang semakin canggih.

Data ini memberi sinyal bahwa kekhawatiran soal baterai mungkin tidak sebesar yang dibayangkan. Bagi calon pembeli, informasi tersebut bisa menjadi pertimbangan penting, terutama saat menilai nilai jual kembali dan biaya kepemilikan jangka panjang.

Berita Terkait

Spesifikasi Jetour G700 Ark Edition Mobil Amfibi Cina Yang Bisa Berlayar Di Atas Permukaan Air
Kemewahan Mobil BMW 760i xDrive Protection Milik Raja Charles III Saat Berkunjung ke Amerika Serikat
Polisi Korea Selatan Gunakan Mobil Listrik Kia PV5 Berteknologi Kecerdasan Buatan dan Drone Canggih
Lebih dari 70 Demokrat AS Desak Larangan Mobil China Tetap Berlaku
BYD Naikkan Harga Paket ADAS God’s Eye di Tengah Lonjakan DRAM
Hyundai Perpanjang Garansi ICCU, Pengguna EV Masih Menyimpan Ragu
BYD Song Ultra EV Laris 61 Ribu Unit, Saingi Model Bensin
California Surga EV Kini Terpukul Penjualan Mobil Listrik

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Spesifikasi Jetour G700 Ark Edition Mobil Amfibi Cina Yang Bisa Berlayar Di Atas Permukaan Air

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Kemewahan Mobil BMW 760i xDrive Protection Milik Raja Charles III Saat Berkunjung ke Amerika Serikat

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Polisi Korea Selatan Gunakan Mobil Listrik Kia PV5 Berteknologi Kecerdasan Buatan dan Drone Canggih

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:07 WIB

Lebih dari 70 Demokrat AS Desak Larangan Mobil China Tetap Berlaku

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:06 WIB

BYD Naikkan Harga Paket ADAS God’s Eye di Tengah Lonjakan DRAM

Berita Terbaru

Sinopsis Film Netflix GTA

Berita

Sinopsis Film Netflix GTA San Andreas, 5 Fakta Menarik

Senin, 4 Mei 2026 - 19:43 WIB