Kekhawatiran tentang daya tahan baterai mobil listrik sering kali menjadi alasan utama sebagian orang menunda beralih ke kendaraan listrik. Banyak calon pembeli masih bertanya-tanya, apakah jarak tempuh akan turun drastis setelah mobil dipakai beberapa tahun. Data terbaru dari Amerika Serikat justru memberi gambaran yang lebih meyakinkan.
Berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan Recurrent, sebagian besar mobil listrik hanya kehilangan sekitar 3 persen dari jarak tempuh maksimum setelah tiga tahun penggunaan. Temuan ini menunjukkan bahwa performa baterai EV ternyata lebih stabil daripada yang selama ini dibayangkan publik.
Riset tersebut didasarkan pada perjalanan nyata dalam jumlah sangat besar, yakni lebih dari 1,6 miliar kilometer. Karena datanya diambil dari penggunaan aktual, hasilnya dianggap cukup representatif untuk melihat perilaku baterai dalam jangka waktu menengah.
Secara rata-rata, mobil listrik masih mampu mempertahankan sekitar 97 persen kapasitas jarak tempuhnya setelah tiga tahun. Setelah lima tahun, angkanya masih berada di kisaran 95 persen. Artinya, penurunan performa tetap ada, tetapi berlangsung perlahan dan tidak terlalu drastis.
Contohnya, sebuah mobil listrik dengan klaim jarak tempuh 500 kilometer masih bisa menempuh sekitar 485 kilometer setelah tiga tahun. Setelah lima tahun, jaraknya diperkirakan masih sekitar 475 kilometer. Untuk banyak pengguna, penurunan sebesar ini masih tergolong wajar.
Temuan seperti ini penting karena selama ini keterbatasan jarak tempuh menjadi salah satu penghalang terbesar adopsi EV. Konsumen tidak hanya memikirkan jarak saat mobil baru, tetapi juga bagaimana kendaraan itu bertahan setelah dipakai dalam jangka panjang.
Recurrent juga menyoroti bahwa banyak produsen kini mengandalkan pembaruan perangkat lunak dan pengelolaan kapasitas baterai cadangan untuk menjaga performa. Dengan kata lain, mobil listrik modern tidak hanya bergantung pada baterai, tetapi juga pada sistem manajemen energi yang semakin canggih.
Data ini memberi sinyal bahwa kekhawatiran soal baterai mungkin tidak sebesar yang dibayangkan. Bagi calon pembeli, informasi tersebut bisa menjadi pertimbangan penting, terutama saat menilai nilai jual kembali dan biaya kepemilikan jangka panjang.






