Great Wall Motor Malaysia mulai memasang target yang jauh lebih ambisius untuk beberapa tahun ke depan. Perusahaan ini secara terbuka menargetkan diri masuk tiga besar merek mobil China di Malaysia dan sekaligus menembus daftar 10 produsen mobil terlaris di negara tersebut pada 2028. Jika target itu tercapai, posisi GWM di Malaysia akan berubah dari pemain pinggiran menjadi penantang serius di pasar utama.
Rencana ini bukan sekadar target umum tanpa angka. GWM Malaysia menargetkan pangsa pasar sebesar 6 persen, penjualan tahunan hingga 60.000 unit, dan ekspansi jaringan dealer menjadi 60 outlet di seluruh negeri pada 2028. Strategi besar itu, menurut perusahaan, akan didorong oleh pendekatan berbasis teknologi, bukan hanya perang harga jangka pendek.
Saat ini posisi GWM di Malaysia memang masih jauh dari target tersebut. Tahun lalu, mereka berada di peringkat ke-16 dengan penjualan 5.876 kendaraan. Pangsa pasarnya baru sekitar 0,7 persen dari total pasar yang mencapai 820.752 unit. Namun, angka itu tetap dianggap cukup menjanjikan karena meningkat 177 persen dibandingkan 2.128 unit yang dijual pada 2024.
Meski pertumbuhannya tidak setinggi lonjakan 331 persen yang pernah dicatat setahun sebelumnya, hasil 2025 tetap dianggap sebagai sinyal positif. Dalam industri otomotif, pertumbuhan berkelanjutan sering kali lebih penting daripada ledakan sesaat yang sulit dipertahankan. GWM tampaknya ingin membangun fondasi seperti itu di Malaysia, yakni tumbuh perlahan tapi stabil sambil memperkuat kepercayaan pasar.
Kontributor utama pencapaian tersebut datang dari Haval H6 HEV, model hybrid yang menjadi produk terlaris GWM di Malaysia. Keberhasilan model ini memberi gambaran bahwa konsumen Malaysia cukup responsif terhadap kendaraan yang menawarkan efisiensi bahan bakar, teknologi modern, dan harga yang masih masuk akal. H6 HEV pada akhirnya menjadi bukti bahwa GWM punya produk yang bisa berbicara lebih keras daripada iklan.
CEO GWM Malaysia, Roslan Abdullah, menyatakan bahwa pertumbuhan yang diraih pada 2025 mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap produk, SDM, dealer, serta kapasitas layanan purna jual perusahaan. Ia menegaskan bahwa fokus mereka sekarang bukan hanya memperbesar volume penjualan, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut bisa dipertahankan dalam jangka panjang. Dengan kata lain, GWM tidak ingin sekadar viral sebentar lalu tenggelam saat hype habis.
Untuk mendukung target besarnya, GWM Malaysia juga terus menyiapkan model-model baru, termasuk SUV seperti Tank 300 HEV. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan ingin memperluas daya jangkau produk ke lebih banyak segmen pasar, dari konsumen keluarga yang mencari efisiensi hingga pembeli yang menginginkan SUV tangguh dengan karakter lebih premium.
Kalau dilihat dari posisi sekarang, target tiga besar merek mobil China di Malaysia memang terdengar tinggi. Namun, industri otomotif regional sedang bergerak cepat, dan merek-merek China bukan lagi pemain yang datang hanya untuk meramaikan brosur. Jika GWM berhasil menjaga pertumbuhan, memperkuat layanan purna jual, dan tetap disiplin dengan strategi berbasis teknologi, maka target 2028 mereka mungkin terdengar ambisius hari ini, tapi belum tentu mustahil besok.






