Ford Everest bermesin bensin disebut semakin dekat untuk dipasarkan di Vietnam setelah muncul dokumen label energi yang dipublikasikan oleh otoritas registrasi setempat. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa Ford tengah menyiapkan versi baru Everest untuk pasar tersebut, sekaligus membuka kemungkinan perubahan strategi mesin pada SUV ladder frame andalannya.
Sinyal awal sebenarnya sudah muncul sejak awal 2026 ketika sebuah unit Ford Everest Platinum dengan tampilan eksterior sedikit berbeda tertangkap kamera di pusat uji emisi kendaraan Vietnam. Sejak saat itu, banyak pengamat menduga model tersebut bukan varian diesel yang saat ini beredar, melainkan versi bensin 2.3L EcoBoost turbo yang selama ini dipasarkan di Timur Tengah dan Argentina.
Dokumen label energi terbaru memperkuat arah dugaan itu. Berdasarkan hasil pengujian, model Everest tersebut tercatat memakai mesin bensin dengan konsumsi bahan bakar gabungan 10 liter per 100 kilometer. Angka ini cukup masuk akal untuk SUV berbadan besar, apalagi jika benar varian yang dibawa menggunakan mesin 2.3L turbocharged seperti di pasar luar negeri.
Di negara lain, Ford Everest bensin dengan mesin EcoBoost 2.3L dikenal menghasilkan tenaga sekitar 296 hp, bahkan di Argentina disebut menyentuh 300 hp. Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi otomatis 10-percepatan. Jika spesifikasi ini dibawa ke Vietnam, maka Everest bensin akan memberi karakter berbeda dibanding versi diesel yang selama ini lebih dikenal karena torsi kuat dan efisiensi untuk perjalanan jauh.
Rencana menghadirkan Everest bensin ke Vietnam dinilai sejalan dengan penyesuaian portofolio global Ford. Pabrikan asal Amerika Serikat itu sebelumnya telah memberi sinyal perubahan komposisi mesin, termasuk mengurangi ketergantungan pada mesin diesel bi-turbo tertentu. Dalam konteks ini, mesin bensin EcoBoost 2.3L dipandang sebagai kandidat kuat untuk menggantikan sebagian peran mesin diesel bi-turbo 2.0L yang kini dipakai beberapa varian Everest.
Secara teori, Ford sebenarnya punya pilihan lain jika ingin mengganti mesin bi-turbo diesel, yakni mesin diesel V6 3.0L turbocharged. Namun opsi ini dinilai kurang ideal untuk pasar Vietnam karena kapasitas mesinnya lebih besar dan berpotensi menaikkan beban pajak konsumsi khusus. Karena itulah, mesin bensin 2.3L dianggap lebih realistis untuk menjaga harga jual tetap kompetitif tanpa mengorbankan performa.
Dari sisi fitur, Ford Everest bensin yang dijual di Argentina memiliki paket perlengkapan yang sangat lengkap. Mobil ini dibekali sistem penggerak empat roda, kunci diferensial belakang, beragam mode berkendara, serta kemampuan melintasi genangan air hingga 800 mm. Di dalam kabin, tersedia layar infotainment 12 inci, konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, panel instrumen digital 8 inci, kursi depan elektrik dengan memori, serta AC otomatis tiga zona.
Jika akhirnya benar dipasarkan di Vietnam, Ford Everest bensin akan menjadi langkah penting bagi Ford untuk menyegarkan lini produknya di tengah kompetisi SUV yang makin ketat. Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah model ini sedang diuji, melainkan kapan Ford akan resmi mengumumkannya. Dan kalau benar hadir, penggemar Everest di Vietnam mungkin akan segera punya pilihan baru yang lebih bertenaga, lebih halus, dan sedikit lebih “haus” — tapi juga lebih menarik.






