BYD kembali mencuri perhatian pasar kendaraan listrik China lewat peluncuran Song Ultra EV. SUV listrik menengah ini langsung mencatat respons penjualan yang sangat tinggi hanya dalam beberapa hari pertama. Di banyak kota besar, setiap dealer BYD disebut rata-rata mengumpulkan sekitar 15 pesanan dalam 72 jam pertama setelah model tersebut resmi diperkenalkan ke pasar.
Peluncuran resmi Song Ultra EV dilakukan pada 26 Maret dengan harga antara 151.900 hingga 179.900 yuan. Di kelas harga itu, BYD menempatkannya sebagai SUV listrik yang bukan hanya kompetitif di atas kertas, tetapi juga cukup agresif dalam menarik perhatian konsumen. Data dari pasar memperlihatkan bahwa kendaraan ini segera berubah menjadi salah satu model yang paling ramai dibicarakan di jaringan dealer BYD.
Salah satu faktor yang membuat model ini cepat disorot adalah kemampuan pengisian dayanya. Song Ultra EV diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam sekitar 9 menit. Untuk konsumen EV, angka seperti ini jelas sangat menggoda karena menyentuh salah satu kekhawatiran terbesar mereka, yakni waktu tunggu saat mengisi daya. Kalau klaim ini terasa impresif, ya memang begitu niatnya: bikin orang berhenti membandingkan charger, lalu langsung mikir pesan.
Dari sisi jangkauan, BYD menyebut SUV listrik ini mampu menempuh hingga sekitar 710 km dalam satu kali pengisian penuh berdasarkan siklus CLTC. Angka tersebut membuatnya terlihat cukup kuat untuk dipakai harian maupun perjalanan lebih jauh. Dengan kombinasi pengisian ultra cepat dan jarak tempuh panjang, Song Ultra EV jelas diproyeksikan untuk mengganggu banyak rival di kelas yang sama.
Data pasar juga menunjukkan bahwa model ini berhasil mendorong trafik pengunjung ke showroom BYD sekitar 40 persen. Ini penting karena artinya Song Ultra EV tidak hanya menjual dirinya sendiri, tetapi juga berfungsi sebagai magnet yang membawa calon pembeli ke dealer. Dalam bisnis otomotif, model seperti ini sangat berharga karena dampaknya bisa menular ke penjualan kendaraan lain di ruang pamer yang sama.
Dari sisi profil pembeli, kelompok usia 35 hingga 45 tahun disebut sebagai target paling dominan. Pelanggan perempuan menyumbang sekitar 30 persen dari total pesanan, sedangkan sekitar 70 persen pembeli memanfaatkan program insentif tukar tambah kendaraan lama dengan kendaraan baru. Data ini menunjukkan bahwa Song Ultra EV tidak hanya menarik bagi penggemar teknologi, tetapi juga bagi pembeli mapan yang sedang mencari perpindahan praktis ke mobil listrik.
Menariknya, sekitar 45 persen pelanggan memilih paket bantuan pengemudi DiPilot 300 atau God’s Eye B, yang dilengkapi sensor LiDAR dan prosesor 254 TOPS. Fitur ini menambah harga kendaraan sekitar 9.900 yuan, namun tetap banyak dipilih. Selain itu, sekitar 75 persen pelanggan disebut lebih tertarik pada varian Transcend Edition, sementara sisanya cenderung memilih versi dengan jarak tempuh terjauh. Ini menandakan bahwa konsumen tidak datang hanya karena harga dasar, tetapi juga benar-benar mempertimbangkan fitur tambahan yang ditawarkan.
Meski penjualannya langsung panas, persaingan di segmen ini tetap tidak ringan. Song Ultra EV harus berhadapan dengan tekanan internal dari model BYD lain seperti Sealion 06, sekaligus melawan rival eksternal seperti Xpeng G6, Leapmotor C11, Deepal S7, dan Tesla Model Y. Namun, start awal yang kuat membuat BYD punya alasan cukup untuk percaya diri. Kalau laju pesanan ini bertahan, Song Ultra EV bisa menjadi salah satu kartu paling penting BYD dalam menjaga dominasinya di pasar SUV listrik China.






