Fiat sedang menghadapi tantangan berat di Amerika Serikat, terutama lewat model listrik Fiat 500e. Mobil mungil ini kini dijual dengan potongan harga yang sangat besar di sejumlah dealer, bahkan mendekati setengah dari harga daftar aslinya.
Kondisi tersebut muncul di tengah kinerja penjualan Fiat yang jauh dari harapan. Pada kuartal pertama tahun ini, total penjualan Fiat di pasar AS disebut hanya mencapai 68 unit. Jika dibagi rata, angka itu setara sekitar 23 mobil per bulan atau kurang dari satu unit per hari.
Rendahnya minat konsumen makin terasa setelah insentif pajak federal untuk kendaraan listrik dihentikan. Tanpa dukungan subsidi tersebut, harga Fiat 500e menjadi lebih sulit diterima oleh pasar yang sudah dipenuhi banyak pilihan EV lain dengan nilai jual lebih kompetitif.
Survei cepat yang dilakukan Carscoops menunjukkan jaringan dealer Fiat di Amerika kini memiliki lebih dari 100 unit Fiat 500e dalam stok. Jumlah itu diperkirakan cukup untuk pasokan lima bulan ke depan, sebuah tanda bahwa unit menumpuk dan perlu segera digerakkan lewat promosi agresif.
Contoh diskon ekstrem terlihat di Southern Dodge Chrysler Jeep Ram Fiat di Norfolk. Dealer tersebut menawarkan Fiat 500e INSPI(RED) 2024 seharga 19.134 dolar AS, padahal harga daftarnya 34.095 dolar AS. Artinya, ada potongan 14.961 dolar AS atau hampir separuh nilai awal. Sebelumnya, mobil itu sempat ditawarkan seharga 25.071 dolar AS, tetapi belum juga laku.
Diskon besar serupa juga muncul di Illinois Chrysler Dodge Jeep Ram Fiat. Di sana, pelanggan bisa membeli Fiat 500e Armani Edition 2025 dengan harga 21.988 dolar AS, turun 15.507 dolar AS dari harga awal 37.495 dolar AS. Sementara di dealer Taverna Chrysler Dodge Jeep Ram Fiat di Florida, model yang sama dipangkas 12.254 dolar AS.
Untuk menahan tekanan, Stellantis disebut menghadirkan program insentif senilai 7.500 dolar AS bagi konsumen Amerika yang membeli mobil listrik dari merek-merek dalam grupnya. Program ini tampaknya dimaksudkan sebagai pengganti atau “kompensasi” setelah insentif pajak federal untuk EV dihapuskan.
Meski begitu, langkah tersebut belum tentu cukup untuk langsung membalikkan keadaan. Masalah utama Fiat 500e di AS tampaknya bukan hanya soal harga, tetapi juga soal relevansi produk di pasar yang cenderung menyukai kendaraan lebih besar dan lebih praktis. Dalam situasi seperti ini, diskon besar memang bisa menarik perhatian, tetapi kalau selera pasar sudah melipir, bahkan potongan harga pun kadang hanya terdengar seperti teriakan di parkiran yang sepi.






