Setelah lama identik dengan mobil mungil perkotaan, Smart kini bersiap menghidupkan kembali semangat itu lewat Smart #2. Model ini diposisikan sebagai penerus filosofi ForTwo, tetapi hadir dalam era baru sebagai kendaraan listrik murni dengan pendekatan desain yang lebih segar.
Transformasi Smart memang sudah berlangsung sejak 2019, saat Mercedes-Benz dan Geely membentuk perusahaan patungan 50:50. Sejak saat itu, seluruh produksi Smart dipusatkan di China, dan model-model yang muncul cenderung lebih besar serta lebih berat dibanding generasi klasiknya.
Saat ini Smart sudah memiliki dua SUV dan satu sedan yang panjangnya bahkan nyaris menyamai Mercedes-Benz E-Class. Karena itu, kemunculan Smart #2 terasa menarik karena justru membawa merek ini kembali ke akar: mobil kompak yang benar-benar dirancang untuk kebutuhan urban sehari-hari.
Menurut laporan Motor1, konsep Smart #2 dirancang oleh Mercedes dan hanya akan tersedia dalam pilihan tenaga listrik murni saat memasuki generasi keempat. Mobil ini disebut mewarisi karakter desain EQ ForTwo dengan lengkung roda menonjol dan overhang bodi yang pendek, dua elemen yang dulu membuat ForTwo begitu mudah dikenali di jalan.
Karena masih berupa konsep, beberapa detail eksterior dinilai dibuat lebih dramatis dari yang akan muncul pada versi produksi. Aksen warna, ukuran roda, dan proporsi tertentu kemungkinan akan dipangkas agar lebih realistis saat model final diluncurkan. Tapi seperti biasa, mobil konsep memang sering tampil seperti mau pergi ke runway, bukan ke parkiran minimarket.
Versi produksi Smart #2 dijadwalkan meluncur pada Oktober mendatang di Paris Motor Show. Mobil ini akan dibangun di atas platform Smart Electric Compact Architecture atau ECA. Belum ada detail dimensi resmi, tetapi bentuk konsepnya diperkirakan berada di kisaran panjang 2.700 mm, mirip EQ ForTwo generasi terakhir.
Dari sisi jarak tempuh, Smart #2 menjanjikan peningkatan besar. Jika EQ ForTwo lama hanya mampu menempuh sekitar 135 km dalam sekali pengisian, Smart #2 diprediksi bisa melampaui 300 km. Kecepatan pengisian juga ditingkatkan, dengan target isi daya dari 10 persen ke 80 persen dalam waktu kurang dari 20 menit.
Selain itu, Smart #2 juga diproyeksikan hadir dengan fitur V2L yang memungkinkan daya dari baterai mobil digunakan untuk menyalakan perangkat lain. Jika semua itu terealisasi, Smart #2 berpotensi menjadi salah satu pilihan EV urban paling menarik di Eropa. Ia mungkin tidak mengejar jangkauan ekstrem, tetapi justru cocok untuk perjalanan pendek, parkir sempit, dan penggunaan kota yang padat—tempat di mana mobil besar sering terlihat gagah, tapi muternya setengah jam.






