Tesla resmi memperluas jajaran produknya di India dengan menghadirkan Model Y L, varian SUV listrik enam kursi yang menyasar konsumen kelas atas. Kehadiran model ini menandai langkah lanjutan Tesla setelah masuk ke pasar India secara relatif tenang pada Juli 2025.
Varian baru ini mengusung konfigurasi tiga baris kursi dengan total enam tempat duduk. Untuk mewujudkan format tersebut, Tesla memakai wheelbase yang lebih panjang dibanding Model Y standar. Strategi ini sejalan dengan tren di India, di mana pembeli mulai melirik kendaraan yang lebih besar, lebih nyaman, dan memiliki citra premium.
Di situs resmi perusahaan, Tesla Model Y L dibanderol 6,2 juta rupee atau sekitar 66.100 dolar AS. Harga itu menempatkannya di antara versi yang lebih tinggi dan varian yang lebih terjangkau dalam lini Model Y. Dengan posisi tersebut, Tesla tampaknya ingin menawarkan opsi yang lebih fleksibel bagi calon pelanggan dengan kebutuhan keluarga atau penggunaan premium.
Pasar India sendiri dikenal memiliki karakter yang unik. Mayoritas kendaraan yang terjual di negara itu dibanderol di bawah 22.000 dolar AS. Sementara itu, mobil impor seperti Tesla harus menghadapi tarif bea masuk yang bisa mencapai 100 persen. Kondisi inilah yang membuat harga Tesla di India jauh lebih tinggi dibanding di banyak negara lain.
Saat ini, Model Y Rear-Wheel Drive di India dijual sekitar 6 juta rupee, sedangkan versi Long Range Rear-Wheel Drive berada di angka 6,8 juta rupee. Dibanding dua varian tersebut, Model Y L memberi daya tarik lebih pada sisi ruang dan kenyamanan, meskipun tetap bermain di ceruk pasar yang sangat premium.
Tesla berupaya menyeimbangkan harga tinggi itu dengan narasi biaya kepemilikan yang lebih rendah. Perusahaan menyebut penghematan dari sisi bahan bakar dan perawatan dapat membantu pembeli “mengembalikan” sekitar sepertiga nilai kendaraan setelah empat sampai lima tahun penggunaan. Klaim ini tentu diarahkan untuk membuat harga awal yang mahal terasa lebih masuk akal.
Menariknya, India bukan pasar pertama bagi Model Y L. Setelah lebih dulu hadir di China, model ini mulai merambah sejumlah negara penting lain seperti Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Thailand, dan Malaysia. Dengan demikian, India menjadi salah satu pasar internasional lanjutan dalam strategi ekspansi Tesla untuk SUV enam kursi ini.
Meski sudah beredar di beberapa negara, pelanggan di Amerika Serikat justru belum bisa membeli Model Y L. Hal ini mengindikasikan bahwa Tesla masih memakai pasar internasional tertentu sebagai lokasi pengujian permintaan dan penerimaan konsumen sebelum memutuskan ekspansi yang lebih luas. Dalam konteks India, kehadiran Model Y L menunjukkan bahwa Tesla tidak datang untuk mengejar volume cepat, melainkan membangun posisi kuat di segmen mobil listrik premium yang sedang tumbuh perlahan.






