Pasar mobil listrik di Vietnam kini semakin ramai dengan kehadiran model China yang menawarkan harga kompetitif. Dua nama yang sedang banyak dibandingkan adalah BYD Dolphin dan Geely EX2. Keduanya sama-sama bermain di kisaran 499 juta VND, sehingga wajar jika banyak calon pembeli mulai bingung menentukan pilihan.
Secara posisi pasar, keduanya sebenarnya tidak sepenuhnya identik. Geely EX2 masuk ke segmen hatchback listrik ukuran A, sedangkan BYD Dolphin bermain di kelas hatchback listrik ukuran B. Meski demikian, perbedaan segmentasi itu tidak otomatis membuat jarak ruang kabin keduanya jauh berbeda, karena wheelbase kedua mobil tergolong mirip.
BYD Dolphin memiliki dimensi yang sedikit lebih panjang, sedangkan Geely EX2 tampil agak lebih kompak. Namun dari segi desain, keduanya sama-sama membawa bahasa visual lembut yang terkesan ramah dan feminin. Dolphin terlihat lebih berani lewat detail lampu belakang LED menyatu dan desain fascia yang lebih ekspresif, sementara EX2 lebih sederhana tetapi justru bisa terasa lebih manis bagi sebagian pengguna.
Masuk ke interior, mobil listrik China kembali menunjukkan salah satu kekuatan utamanya: tampilan kabin modern dan fitur yang melimpah. Geely EX2 tampil lebih futuristis berkat panel instrumen yang tersembunyi di dashboard dan layar tengah 14,6 inci. Sementara itu, BYD Dolphin memakai layar sentuh 12,8 inci dengan desain mengambang dan detail ventilasi AC yang cukup atraktif.
Masing-masing juga punya nilai jual berbeda. Geely EX2 unggul karena sudah membawa wireless charging dan lampu ambient interior yang dapat diatur warnanya. BYD Dolphin membalas dengan fitur filter udara PM2.5 pada sistem AC otomatis, sesuatu yang bisa jadi penting bagi pengguna yang sering berkendara di kota padat. Jadi pilihannya kadang sesederhana ini: mau kabin lebih “gaya” atau udara lebih “lega”.
Di sektor performa, BYD Dolphin memakai motor listrik sinkron magnet permanen dengan tenaga 94 hp dan torsi 180 Nm, disalurkan ke roda depan. Geely EX2 sedikit unggul dalam tenaga dengan 115 hp, tetapi torsinya lebih kecil di angka 150 Nm. Yang menarik, EX2 memakai penggerak roda belakang, konfigurasi yang cukup langka di kelas mobil listrik kecil dan berpotensi memberi sensasi berkendara lebih menyenangkan.
Untuk fitur keselamatan dan bantuan pengemudi, Geely EX2 Max tampak lebih lengkap. Mobil ini unggul dengan adaptive cruise control, peringatan keluar jalur, dan pengereman darurat otomatis. Kedua mobil sama-sama memiliki kamera 540 derajat yang sangat membantu saat parkir di ruang sempit. Dalam penggunaan normal, keduanya juga disebut sama-sama mampu memberikan akselerasi yang responsif dan cukup stabil di kecepatan 80-100 km/jam.
Dari sisi baterai, Geely EX2 memakai paket 39,4 kWh dengan jarak tempuh maksimal 395 km berdasarkan siklus NEDC. BYD Dolphin membawa baterai lebih besar 50,25 kWh dan mampu menempuh hingga 435 km. Selisih ini memang ada, tetapi tidak terlalu jauh. Pada akhirnya, pilihan antara BYD Dolphin dan Geely EX2 sangat bergantung pada preferensi pembeli: Dolphin cocok untuk yang mencari nama yang lebih dulu mapan dan fitur kabin tertentu, sedangkan EX2 menarik untuk mereka yang ingin ADAS lebih lengkap serta rasa berkendara penggerak roda belakang.






