Wuling Macaron mulai menunjukkan langkah serius menuju pasar Vietnam setelah dealer-dealer setempat disebut sudah membuka pemesanan awal untuk model ini. Mobil tersebut merupakan versi pengembangan dari Mini EV yang sebelumnya lebih dulu dikenal, tetapi kini hadir dengan sejumlah pembaruan penting yang diarahkan untuk membuatnya lebih modern, lebih praktis, dan lebih kompetitif di segmen mobil listrik mungil.
Menurut informasi dari tenaga penjual dealer, Wuling Macaron varian lima pintu diperkirakan dibanderol mulai 269 juta dong untuk versi LV1 dengan jarak tempuh sekitar 205 km. Sementara itu, varian LV2 dengan jarak tempuh sampai 300 km diperkirakan akan dijual di atas 300 juta dong. Jika harga ini benar saat peluncuran resmi, maka Wuling Macaron akan langsung berhadapan dengan VinFast Minio Green yang juga berada di rentang harga serupa.
Dibandingkan Wuling Mini EV yang meluncur hampir tiga tahun lalu, Macaron diperkirakan lebih mahal sekitar 30 juta dong. Namun selisih itu datang bersama peningkatan yang cukup relevan. Salah satu perubahan paling terasa adalah desain lima pintu yang jauh lebih praktis untuk keluar masuk penumpang. Untuk mobil berukuran kecil yang diarahkan sebagai kendaraan perkotaan, tambahan dua pintu seperti ini jelas bukan detail remeh.
Menariknya, sebelumnya sempat beredar kabar bahwa Macaron juga akan punya versi tiga pintu. Namun pada tahap sekarang, situs resmi Wuling di Vietnam hanya menampilkan informasi dan gambar dua versi lima pintu. Ini memberi sinyal bahwa pabrikan tampaknya lebih fokus pada konfigurasi yang dianggap paling masuk akal untuk kebutuhan pengguna harian di pasar Vietnam.
Dari sisi dimensi, Wuling Macaron lima pintu memiliki ukuran panjang 3.256 mm, lebar 1.510 mm, tinggi 1.578 mm, dan wheelbase 2.190 mm. Kecepatan maksimal mobil disebut mencapai 100 km per jam, cukup untuk kebutuhan mobilitas perkotaan. Bergantung pada versinya, jarak tempuh maksimum setelah baterai terisi penuh berada di angka 205 km atau 300 km, membuatnya punya fleksibilitas lebih baik dibanding generasi Mini EV sebelumnya.
Fitur yang ditawarkan juga ikut meningkat. Untuk varian 205 km, mobil sudah dibekali kamera mundur, sensor parkir belakang, serta rem ABS/EBD. Sementara versi 300 km membawa tambahan layar ganda 7 inci dan 8 inci, serta rem parkir elektronik. Apa pun versinya, Wuling Macaron kini sudah mendukung pengisian cepat DC yang memungkinkan baterai terisi dari 30 persen hingga 80 persen dalam sekitar 35 menit. Ini salah satu peningkatan paling penting karena sebelumnya menjadi titik lemah model yang lebih lama.
Penggeraknya memakai motor listrik bertenaga 40 hp yang ditempatkan di poros belakang, dipadukan dengan baterai LFP Shenlian hasil pengembangan SGMW. Mobil ini mampu berakselerasi dari 0 sampai 50 km/jam dalam 4,9 detik, cukup gesit untuk ukuran city EV mungil. Kombinasi ini menempatkannya sebagai opsi yang lebih masuk akal untuk penggunaan harian, terutama bagi konsumen yang menginginkan efisiensi tapi tetap ingin mobil terasa lincah.
Jika harga finalnya benar berada di kisaran yang disebut dealer, Wuling Macaron akan menjadi penantang serius bagi VinFast Minio Green di Vietnam. Dari sisi spesifikasi penggunaan dan kemampuan teknis, Macaron tampak unggul di beberapa aspek. Namun VinFast masih punya kartu kuat lewat jaringan pengisian yang lebih luas dan kebijakan dukungan jangka panjang. Persaingan keduanya nanti jelas menarik, karena yang diperebutkan bukan cuma pembeli mobil kecil, tapi juga siapa yang paling cepat menguasai pasar EV perkotaan yang sedang tumbuh.






