Pasar otomotif China mengalami tekanan berat pada Februari 2026 setelah penjualan kendaraan tercatat turun tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data dari Asosiasi Produsen Mobil China menunjukkan total penjualan, termasuk ekspor, menyusut 15,4 persen menjadi sekitar 1,8 juta unit. Angka ini menjadi penurunan paling dalam yang tercatat sejak Februari tahun lalu.
Kontraksi tersebut terutama dipicu oleh melemahnya pasar domestik. Penjualan kendaraan di dalam negeri anjlok 34,2 persen dan hanya mencapai sekitar 950 ribu unit. Penurunan sebesar ini menunjukkan bahwa permintaan internal sedang berada dalam fase lemah, sesuatu yang cukup serius untuk ukuran pasar otomotif terbesar di dunia.
Meski begitu, gambaran berbeda terlihat di sisi ekspor. Saat penjualan lokal lesu, pengiriman kendaraan ke luar negeri justru melonjak 58 persen menjadi 590 ribu unit. Kenaikan ini memberi bantalan penting bagi industri otomotif China, seolah ketika pasar rumah sedang mengerem, gerbang keluar negeri malah injak gas lebih dalam.
Jika dihitung secara gabungan untuk dua bulan pertama 2026, total penjualan dan ekspor masih tercatat turun 10,7 persen. Artinya, pemulihan belum terlihat merata dan lonjakan ekspor belum cukup untuk sepenuhnya menutupi lemahnya penyerapan dari pasar domestik. Industri otomotif China saat ini sedang bergerak dalam dua arah yang sangat berbeda: lesu di dalam negeri, agresif di luar negeri.
Penurunan pada Februari dinilai tidak lepas dari efek kalender libur Tahun Baru Imlek yang kerap membuat aktivitas ekonomi berfluktuasi. Selain itu, berkurangnya dukungan negara juga disebut ikut menekan minat beli di pasar dalam negeri. Ketika stimulus melemah dan hari kerja efektif berkurang, permintaan kendaraan pun ikut terdampak.
Kendaraan listrik dan hybrid, yang selama ini menjadi motor pertumbuhan industri otomotif China, juga tidak luput dari tekanan. Penjualannya turun 14 persen menjadi 765 ribu unit pada Februari. Perkembangan ini menandakan bahwa permintaan untuk kendaraan energi baru mulai kehilangan momentum, setidaknya untuk sementara waktu di tengah perubahan kondisi pasar.
Penurunan penjualan kendaraan listrik dan hybrid tentu menjadi catatan penting. Selama beberapa tahun terakhir, segmen ini dianggap sebagai salah satu penopang utama ekspansi industri otomotif China, baik di pasar domestik maupun global. Ketika laju pertumbuhannya mulai melambat, produsen harus bekerja lebih keras agar tetap kompetitif, baik dari sisi harga, teknologi, maupun penetrasi pasar baru.
Secara keseluruhan, data Februari memperlihatkan bahwa industri otomotif China sedang menghadapi tantangan nyata dari sisi permintaan dalam negeri. Namun di saat yang sama, pasar ekspor masih menunjukkan performa kuat dan menjadi elemen penyeimbang yang krusial. Arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh apakah konsumsi domestik bisa pulih dalam beberapa bulan mendatang, atau justru ekspor yang kembali dipaksa menjadi penyelamat utama sektor ini.






