Elektrifikasi kendaraan komersial di Indonesia mulai bergerak dari wacana menjadi proyek nyata. VinFast menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk pengadaan 400 unit mobil listrik Limo Green bersama dua mitra strategis yang bergerak di layanan transportasi dan penyewaan kendaraan.
Dua mitra tersebut adalah Riline Velocity Express (RVE) dan PT Sentrik Persada Nusantara. Dalam rincian kerja sama, pasokan 400 unit Limo Green akan dibagi merata: 200 unit untuk RVE dan 200 unit untuk Sentrik.
Penyerahan kendaraan akan dilakukan bertahap mengikuti rencana ekspansi layanan dari masing-masing perusahaan. Layanan yang disasar mencakup transportasi penumpang serta kebutuhan bisnis-ke-bisnis (B2B) untuk penyewaan kendaraan antarperusahaan.
Di balik keputusan investasi ini, ada pertimbangan operasional yang cukup kuat. Armada listrik dinilai dapat membantu menekan biaya jangka panjang, terutama saat harga bahan bakar fosil fluktuatif dan tuntutan operasional rendah emisi makin tinggi.
Limo Green sendiri merupakan MPV listrik murni yang dirancang memuat hingga 7 penumpang. Dimensinya tercatat panjang 4.740 mm, lebar 1.872 mm, dan tinggi 1.729 mm, dengan wheelbase 2.840 mm. Konfigurasi tiga baris kursi ini diposisikan untuk kebutuhan transportasi intensitas tinggi.
Untuk sumber tenaga, VinFast memakai baterai Lithium Iron Phosphate (LFP). Kombinasi ini diklaim mampu memberi jarak tempuh maksimal hingga 450 kilometer dalam satu siklus pengisian daya, yang berarti waktu henti kendaraan bisa ditekan agar siklus operasional tetap optimal.
VinFast memasarkan Limo Green dengan harga Rp299 juta (OTR Jakarta) saat diperkenalkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Model ini juga dipromosikan sebagai bagian dari strategi memperluas pasar kendaraan listrik keluarga dan armada di Tanah Air.
Aspek finansial lain turut disiapkan untuk menarik pelaku usaha, termasuk opsi berlangganan baterai serta insentif pengisian daya gratis melalui jaringan V-Green. Skema seperti ini sering menjadi faktor penting bagi operator armada karena berhubungan langsung dengan biaya operasional harian.
General Manager PT Sentrik Persada Nusantara, Gede Sastrawan, menyoroti beberapa alasan pemilihan unit ini: rancang bangun yang tangguh, dukungan pengisian daya gratis, garansi jangka panjang, serta jaminan nilai jual kembali. Dari sisi RVE, General Manager Michael Rudolf menilai ekosistem mobilitas hijau VinFast dapat menjadi fondasi untuk mendorong transformasi yang lebih luas.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyebut pemilihan Limo Green oleh dua perusahaan sekaligus sebagai bukti kecocokan produk dengan kebutuhan komersial. Ia menegaskan dukungan tidak berhenti di kendaraan, tetapi juga meliputi kebijakan fleksibel dan ekosistem layanan.
Dalam kurun kurang dari dua tahun sejak masuk Indonesia, VinFast disebut mempercepat pembentukan struktur bisnis, memperluas jaringan diler dan purnajual, serta mendorong infrastruktur pengisian daya V-Green. Perusahaan juga menggandeng lembaga pembiayaan untuk memudahkan kepemilikan, baik bagi konsumen maupun mitra B2B.






