Pertandingan Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid di Estádio da Luz diwarnai insiden serius yang membuat laga terhenti sekitar sepuluh menit. Pemicu utama adalah tuduhan rasisme yang disampaikan Vinicius Junior kepada wasit setelah terlibat adu mulut dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Insiden terjadi tak lama setelah Vinicius mencetak gol pada menit ke-50. Ia melepaskan tembakan jarak jauh dari sisi kiri yang berujung ke sudut atas gawang, membawa Real unggul 1-0. Selebrasinya di dekat bendera sudut disambut siulan keras dari tribun, dan wasit Prancis Francois Letexier sempat menegur lalu memberi kartu kuning, karena menilai perayaan itu bersifat provokatif.
Ketegangan belum mereda ketika Vinicius berjalan kembali ke tengah lapangan. Dalam tayangan televisi, Prestianni terlihat menutup mulut dengan jersey saat berbicara, yang membuat Vinicius tampak semakin emosi. Penyerang Real itu lalu berlari menuju wasit untuk melaporkan bahwa ia baru saja mendapat hinaan bernuansa rasis.
Sejumlah media Spanyol, termasuk Marca, menyebut Vinicius menuduh Prestianni menggunakan kata “mono” (monyet) saat berinteraksi. Setelah laporan itu, Letexier melakukan gestur membentuk huruf X dengan kedua tangan, sebagai tanda mengaktifkan prosedur anti-rasisme UEFA, dan pertandingan pun dihentikan.
Situasi di lapangan sempat memanas. Beberapa pemain kedua tim terlibat perdebatan, sementara rekan setim mencoba menenangkan Vinicius. Antonio Rudiger dan Arda Guler termasuk yang terlihat berupaya menarik Vinicius menjauh dari titik keributan agar situasi tidak makin memburuk.
Kylian Mbappe juga tampak tersulut emosi dalam kekacauan tersebut. Ia dikabarkan harus ditahan oleh pemain Real lain ketika hendak berhadapan dengan Nicolas Otamendi. Di sisi bangku cadangan, seorang staf pelatih Benfica bahkan menerima kartu merah, meski alasan detailnya tidak langsung jelas pada momen itu.
Menariknya, Jose Mourinho terlihat ikut berbicara langsung dengan Vinicius untuk menenangkan sang pemain. Intervensi itu terjadi saat pertandingan masih berhenti, ketika suasana stadion makin tegang dan sorakan penonton terus terdengar.
Setelah kurang lebih sepuluh menit, laga kembali berjalan pada sekitar menit ke-60. Atmosfer di tribun berubah menjadi sangat “berisik”, dengan reaksi keras setiap kali Vinicius atau Mbappe menyentuh bola. Sementara ketika Prestianni diganti dan meninggalkan lapangan, ia mendapat sambutan meriah dari penonton tuan rumah.
Mantan wasit Liga Premier Mark Clattenburg menjelaskan bahwa wasit memang wajib menjalankan prosedur resmi jika ada laporan rasisme. Tahap awalnya adalah mencatat dan mengaktifkan protokol, lalu UEFA akan menindaklanjuti penyelidikan setelah pertandingan berdasarkan laporan dan bukti yang tersedia.
Insiden ini menutupi kualitas gol Vinicius dan intensitas pertandingan. Mantan penyerang Alan Shearer mengakui ia tidak sepenuhnya mengetahui apa yang dikatakan kedua pemain, tetapi menilai situasi tersebut membuat pertandingan kehilangan fokus.
Pada akhirnya, Real Madrid menang 1-0. Namun laga ini menambah daftar panjang insiden yang membuat Vinicius kerap menjadi pusat isu rasisme. Pada 2023, setelah pertandingan La Liga, beberapa suporter Valencia pernah dijatuhi hukuman pidana dan dilarang masuk stadion karena menghina Vinicius, yang kala itu disebut sebagai salah satu putusan pidana penting terkait rasisme di sepak bola Spanyol.






