Neymar dan Ancelotti Jadi Sorotan Menjelang Piala Dunia 2026

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Neymar cedera dalam pertandingan Santos melawan Atletico Mineiro di Estadio Urbano Caldeira, Santos, Brasil pada 16 April 2025. Foto: Reuters

Neymar cedera dalam pertandingan Santos melawan Atletico Mineiro di Estadio Urbano Caldeira, Santos, Brasil pada 16 April 2025. Foto: Reuters

Brasil memasuki hitungan akhir menuju Piala Dunia 2026 dengan suasana yang jauh dari tenang. Di tengah persiapan turnamen, perhatian publik justru tersedot pada satu pertanyaan besar: apakah Neymar masih layak menjadi pusat harapan, dan apakah Carlo Ancelotti benar-benar orang yang tepat untuk mengembalikan identitas sepak bola Brasil?

Secara tradisi, atmosfer menjelang Piala Dunia di Brasil biasanya penuh optimisme. Jalanan dihias, orang-orang bicara soal peluang juara, dan ekspektasi tinggi muncul nyaris otomatis. Namun kali ini kepercayaan itu terasa lebih rapuh. Kedatangan Ancelotti yang diharapkan membawa stabilitas setelah meninggalkan Real Madrid belum sepenuhnya menjawab kegelisahan publik. Tim dianggap pragmatis, terorganisasi, tetapi belum memancarkan kreativitas yang identik dengan gaya jogo bonito.

Salah satu pemicu kontroversi terbesar adalah absennya Neymar dari daftar pemain untuk dua laga FIFA terakhir melawan Prancis dan Kroasia. Keputusan itu memancing perdebatan karena laga tersebut menjadi simulasi terakhir sebelum putaran final. Banyak yang menilai pengalaman dan kualitas Neymar masih dibutuhkan, apalagi Brasil belum benar-benar pulih dari luka setelah tersingkir di perempat final Piala Dunia 2022 oleh Kroasia.

Statistik Neymar jelas tidak bisa disepelekan. Pada usia 34 tahun, ia tetap tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil dengan 79 gol dari 128 penampilan. Beberapa pihak bahkan percaya dia masih bisa memerankan sosok penyelamat seperti Romario pada 1994 atau Ronaldo Nazario pada 2002. Romario sendiri ikut memberi dukungan, sementara aktor Rafael Zulu menyamakan peran Neymar dengan simbol yang tak tergantikan dalam sebuah pertunjukan besar.

Namun Ancelotti memilih bertahan pada pendiriannya. Pelatih asal Italia itu tidak memasukkan Neymar dalam lima pemusatan latihan terakhir, dengan alasan kondisi fisik dan performa sang pemain belum berada di level tertinggi. Dari sudut pandangnya, membangun tim untuk Piala Dunia tidak boleh bergantung pada nostalgia. Ia ingin skuad yang benar-benar siap, bukan sekadar kumpulan nama besar yang masih menjual kenangan lama.

Masalah Neymar juga tidak berhenti di urusan teknis. Dalam periode terakhir, ia kembali disorot karena aktivitas di luar lapangan. Neymar sempat absen saat Ancelotti hadir langsung untuk memantaunya di Santos, lalu tampil dua pertandingan sebelum kembali beristirahat. Klub menjelaskan hal itu sebagai bagian dari pengelolaan beban, tetapi media Brasil menyoroti aktivitas poker online dan promosi yang memunculkan pertanyaan soal fokus sang pemain.

Hubungan Neymar dengan Federasi Sepak Bola Brasil juga disebut tidak hangat. Ketegangan kecil seperti polemik ucapan ulang tahun ikut menambah kesan bahwa hubungan kedua pihak tidak seideal dulu. Di sisi lain, Ancelotti justru mulai membentuk kerangka baru tanpa terlalu bergantung pada mantan pemain Barcelona dan PSG itu. Di lini depan, Vinicius dan Raphinha diproyeksikan menjadi andalan sayap, sedangkan Matheus Cunha dilihat sebagai opsi penting di tengah, bahkan mungkin memakai nomor 10 jika Neymar tidak hadir.

Pada akhirnya, ujian terbesar bukan hanya milik Neymar, tetapi juga milik Ancelotti. Brasil masih punya banyak bakat, termasuk Endrick, Gabriel Martinelli, dan Joao Pedro, namun kedalaman pemain tidak selalu otomatis menyatukan kepercayaan publik. Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung untuk menjawab apakah Ancelotti mampu menyatukan tim ini, mengembalikan keyakinan nasional, dan mengakhiri puasa gelar sejak 2002. Di Brasil, kegagalan tidak pernah dianggap sekadar hasil buruk. Ia selalu terasa seperti perkara identitas.

Berita Terkait

Timnas Indonesia di Pot 4, Jadwal Drawing Piala Asia 2027
Paulo Ricardo Optimistis Persija Kalahkan Persebaya di GBK
Alvaro Fidalgo Pergi, Erick Sanchez Siap Menjadi Legenda Baru
Miljan Radovic Bangga dengan Perkembangan Beckham Putra: Puji Mentalitas Juara
PSIM vs Bhayangkara FC, Franco Ramos dan Yusaku Yamadera Dipastikan Absen
Leicester City Hadapi Masa Sulit Saat Keuangan Merosot dan Ancaman Degradasi Membesar
MU Masih Tahan Diri Menunjuk Pelatih Kepala Permanen Meski Carrick Bersinar
Enam Laga Penentu Tiket Terakhir Menuju Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:02 WIB

Timnas Indonesia di Pot 4, Jadwal Drawing Piala Asia 2027

Senin, 27 April 2026 - 21:18 WIB

Paulo Ricardo Optimistis Persija Kalahkan Persebaya di GBK

Senin, 27 April 2026 - 21:13 WIB

Alvaro Fidalgo Pergi, Erick Sanchez Siap Menjadi Legenda Baru

Rabu, 15 April 2026 - 21:02 WIB

Miljan Radovic Bangga dengan Perkembangan Beckham Putra: Puji Mentalitas Juara

Selasa, 14 April 2026 - 20:13 WIB

PSIM vs Bhayangkara FC, Franco Ramos dan Yusaku Yamadera Dipastikan Absen

Berita Terbaru

Sinopsis Film Netflix GTA

Berita

Sinopsis Film Netflix GTA San Andreas, 5 Fakta Menarik

Senin, 4 Mei 2026 - 19:43 WIB