Perebutan tiket terakhir ke Piala Dunia 2026 memasuki fase yang paling menegangkan. Enam pertandingan tersisa akan menentukan siapa saja tim yang menyusul ke putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Tidak ada leg kedua, tidak ada ruang memperbaiki kesalahan, dan tidak ada cadangan kesempatan. Sekali kalah, mimpi empat tahunan langsung tamat di tempat.
Dari Eropa, empat final play-off akan dimainkan serentak. Bosnia & Herzegovina menghadapi Italia, Swedia bertemu Polandia, Kosovo melawan Turki, dan Republik Ceko menjamu Denmark. Seluruh pertandingan ini hanya berlangsung satu laga. Tim yang menang otomatis mengamankan tiket, sementara pihak yang kalah harus puas menjadi penonton saat pesta sepak bola dunia dimulai tahun depan.
Duel paling menyita perhatian tentu datang dari Zenica, ketika Bosnia & Herzegovina menantang Italia. Tekanan berada di kubu Azzurri karena mereka sudah absen dari dua Piala Dunia terakhir. Kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara memang membawa tim asuhan Gennaro Gattuso ke final play-off, tetapi performa mereka belum sepenuhnya meyakinkan. Italia tetap punya nama besar dan empat gelar juara dunia, tetapi sejarah besar tidak selalu otomatis menang di lapangan.
Bosnia datang dengan rasa percaya diri tinggi usai menyingkirkan Wales lewat drama adu penalti. Semangat tim ini masih bertumpu pada sosok Edin Dzeko, penyerang veteran yang pada usia 40 tahun masih mampu menjadi pusat permainan dan simbol perlawanan. Bosnia ingin kembali ke Piala Dunia untuk pertama kali sejak 2014, jadi motivasinya jelas tidak main-main. Kalau Italia datang membawa tradisi, Bosnia datang membawa nekat dan harapan.
Pertandingan lain yang tak kalah menarik adalah Swedia kontra Polandia. Swedia melaju setelah mengalahkan Ukraina 3-1 berkat tiga gol Viktor Gyokeres yang sedang tajam. Di sisi lain, Polandia lolos dengan kemenangan 2-1 atas Albania, ditopang pengalaman Robert Lewandowski dan peran penting Piotr Zielinski. Kedua tim sama-sama punya kualitas lini depan yang bisa mengubah laga hanya dalam beberapa sentuhan.
Di jalur lain, Kosovo dan Turki bersaing untuk mencetak sejarah atau mengukuhkan reputasi. Kosovo lolos setelah menang 4-3 atas Slovakia dalam laga yang liar dan penuh kejutan. Ini menjadi peluang emas bagi mereka untuk pertama kalinya tampil di Piala Dunia. Turki sendiri mengalahkan Rumania 1-0 dan tetap difavoritkan berkat kualitas pemain seperti Arda Guler yang bisa membuat perbedaan dengan kreativitasnya.
Republik Ceko juga tidak mendapat lawan ringan karena harus menghadapi Denmark. Tuan rumah lolos lewat comeback emosional melawan Republik Irlandia, bangkit dari ketertinggalan 0-2 sebelum menang adu penalti. Namun Denmark sedang berada dalam tren bagus setelah menghajar Makedonia Utara 4-0. Pemain seperti Mikkel Damsgaard, Gustav Isaksen, dan Christian Norgaard menjadi bukti bahwa tim Skandinavia itu datang dengan bentuk permainan yang meyakinkan.
Selain empat tiket dari Eropa, dua slot sisa akan diperebutkan dalam play-off antarbenua di Meksiko. Irak berhadapan dengan Bolivia, sementara Republik Demokratik Kongo menantang Jamaika. Bolivia baru saja bangkit menyingkirkan Suriname, sedangkan Irak datang dengan posisi FIFA yang lebih baik. Apa pun hasilnya, enam laga ini akan menutup seluruh proses kualifikasi dan melengkapi 48 peserta Piala Dunia 2026. Dari semua pertandingan itu, benang merahnya sama: hidup atau pulang. Sepak bola memang kadang sesederhana sekaligus sekejam itu.






