Pihak penyelenggara Major League Soccer (MLS) secara resmi menyatakan bahwa Lionel Messi tidak melanggar aturan liga terkait insiden yang melibatkan dirinya dengan tim wasit usai laga pembuka musim 2026. Pertandingan yang mempertemukan Inter Miami melawan Los Angeles FC (LAFC) di Stadion Los Angeles Memorial Coliseum pada Minggu, 21 Februari 2026, tersebut berakhir dengan kekalahan telak 0-3 bagi tim tamu.
Ketegangan sempat memuncak ketika video yang diunggah jurnalis Giovanni Guerrero menunjukkan reaksi emosional Messi yang mencoba mendekati wasit saat menuju lorong ruang ganti, hingga rekan setimnya, Luis Suarez, harus turun tangan untuk menenangkan sang kapten Argentina.
Menanggapi spekulasi mengenai potensi sanksi, juru bicara MLS pada 22 Februari menjelaskan bahwa area yang dimasuki oleh Messi bukanlah zona terlarang bagi pemain. Berdasarkan tinjauan rekaman video, turnamen tidak mendeteksi adanya kebijakan yang dilanggar karena Messi tidak pernah benar-benar memasuki ruang ganti khusus tim arbitrase.
Pernyataan ini diperkuat oleh Chris Rivett, Direktur Komunikasi Organisasi Wasit Profesional (PRO), yang mengonfirmasi bahwa tidak ada kontak fisik atau pelanggaran batas area oleh Messi sebagaimana yang pernah dialami oleh bek FC Cincinnati, Matt Miazga, di masa lalu.
Meski terbebas dari sanksi administratif dalam insiden terbaru ini, rasa frustrasi Messi terhadap kepemimpinan wasit di Amerika Serikat bukanlah hal baru. Sepanjang tahun 2025 dan awal musim ini, peraih delapan Ballon d’Or tersebut kerap melontarkan kritik keras, termasuk saat Inter Miami kalah dari Orlando City dan San Jose Earthquakes.
Messi secara terbuka mendesak pihak liga untuk meninjau kembali kualitas eksekutif di lapangan guna menghindari kesalahan fatal pada momen-momen krusial. Hingga saat ini, meski sering menerima kartu kuning karena protes keras di lapangan, MLS tetap tidak menjatuhkan hukuman disiplin tambahan atas perilaku vokal sang superstar terkait manajemen pertandingan.






