Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, menjadi saksi pertandingan persahabatan yang berlangsung seru dan penuh tawa. Tim Korpri All Star—gabungan pemain dari Pemerintah Kota Palembang dan TVRI Sumsel—bertemu David FC dalam laga eksibisi yang menekankan sportivitas dan kebersamaan.
Format pertandingan dibuat singkat namun intens: 2×15 menit. Meski durasinya pendek, jalannya laga jauh dari membosankan karena kedua tim saling balas serangan dan menciptakan banyak peluang yang berujung pada tujuh gol.
Pembukaan acara dilakukan oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa. Sejumlah tokoh turut hadir, termasuk jajaran dari TVRI, perwakilan sepak bola setempat, dan tamu undangan lain. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pertandingan ini dirancang sebagai ajang silaturahmi, bukan sekadar kompetisi hasil akhir.
Dalam sambutannya, Ratu Dewa menekankan nilai persaudaraan yang ingin dibangun lewat olahraga. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TVRI yang disebut akan menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2026, sehingga masyarakat punya akses untuk mengikuti ajang besar sepak bola dunia.
Rencana lain juga diungkap: Pemkot Palembang mempertimbangkan menggelar nonton bareng Piala Dunia di kawasan Sungai Musi. Gagasan ini diproyeksikan sebagai kegiatan publik yang menyatukan warga, memanfaatkan ruang kota, sekaligus menghidupkan suasana kebersamaan.
Dari sisi TVRI, Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI Agus Sudibyo mengajak masyarakat memastikan televisinya terhubung ke saluran TVRI dan TVRI Sport. Ia menyebut siaran Piala Dunia 2026 akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Begitu peluit awal dibunyikan, Korpri All Star tampil agresif dan mencetak gol cepat. David FC merespons dengan menaikkan tempo dan berhasil menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama. Bahkan, sebuah insiden pelanggaran di kotak terlarang membuat David FC mendapat penalti yang dieksekusi dengan tenang untuk membuat skor kembali berimbang.
Babak kedua justru lebih “meledak”. Korpri All Star sempat unggul lagi, tetapi David FC segera menyamakan kedudukan. Saat momentum terlihat mulai berpihak pada David FC, Korpri All Star berhasil mencetak dua gol beruntun yang mengubah situasi menjadi 4-2.
David FC tidak menyerah dan memperkecil ketertinggalan lewat serangan balik cepat dari sisi lapangan. Skor menjadi 4-3 dan tensi naik di menit-menit akhir, namun hingga peluit panjang berbunyi, kedudukan tidak berubah.
Hasil akhir mencatat Korpri All Star menang dramatis 4-3. Meski demikian, sorotan utama tetap pada suasana gembira, sportivitas, dan pesan bahwa sepak bola bisa menjadi medium komunikasi sosial—menjembatani institusi, komunitas, dan warga dalam satu lapangan yang sama.






