Dick Advocaat memutuskan mengakhiri tugasnya sebagai pelatih Curacao, hanya beberapa bulan sebelum putaran final Piala Dunia 2026 dimulai. Keputusan itu diambil karena alasan keluarga, yakni kondisi kesehatan putrinya yang menurutnya membutuhkan perhatian penuh.
Advocaat menyampaikan pengunduran diri pada 23 Februari. Ia menegaskan bahwa keluarga harus menjadi prioritas, meski langkah tersebut membuatnya harus melepas kesempatan yang sangat spesial: mendampingi Curacao di panggung terbesar sepak bola.
“Saya selalu mengatakan bahwa keluarga lebih penting dari sepak bola,” demikian inti pernyataannya. Ia mengaku akan merindukan Curacao, orang-orangnya, serta rekan kerja yang selama ini membangun perjalanan menuju turnamen.
Apabila tetap memimpin hingga turnamen, pelatih berusia 78 tahun itu disebut akan mencatatkan rekor sebagai pelatih tertua yang hadir di Piala Dunia. Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung 11 Juni hingga 19 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Advocaat mulai menangani Curacao pada 2024. Dalam fase kualifikasi CONCACAF terakhir, ia membantu tim tersebut meraih tiket ke putaran final untuk pertama kalinya, sebuah pencapaian yang kerap disebut sebagai momen bersejarah bagi negara kecil itu.
Curacao juga digambarkan sebagai negara terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia, dengan populasi sekitar 155.000 jiwa dan luas wilayah sekitar 444 kilometer persegi. Karena itu, kelolosan ini dianggap lebih dari sekadar hasil pertandingan: ia menjadi simbol kemampuan negara kecil bersaing di panggung besar.
Presiden Federasi Sepak Bola Curacao, Gilbert Martina, menyatakan keputusan Advocaat patut dihormati. Ia menilai sang pelatih telah “membuat sejarah” bagi tim nasional, dan Curacao akan menyimpan rasa terima kasih atas kontribusinya.
Jejak karier Advocaat memang panjang. Sebelum Curacao, ia pernah membawa Belanda mencapai perempat final Piala Dunia 1994, serta mencatat perjalanan di Euro 2004. Ia juga pernah memimpin Korea Selatan menuju Piala Dunia 2006 dan menangani Rusia untuk Euro 2012.
Di tingkat klub, Advocaat dikenal punya deretan gelar. Ia disebut meraih sukses domestik bersama PSV dan Rangers, serta mengangkat trofi di Rusia. Ia juga menorehkan pencapaian di Eropa bersama Zenit, termasuk Piala UEFA (pendahulu Liga Europa) dan Piala Super Eropa.
Setelah pengunduran diri ini, Curacao tidak dibiarkan tanpa arah. Federasi menunjuk pelatih Belanda lainnya, Fred Rutten, sebagai pengganti untuk memimpin tim di Piala Dunia 2026.
Rutten menyampaikan empati atas situasi keluarga Advocaat. Ia menyebut ini masa yang berat dan mendoakan agar Advocaat serta keluarganya dapat melewati ujian tersebut. Rutten juga mengaku terhormat melanjutkan pekerjaan yang telah dibangun oleh pelatih senior itu.
Dengan pergantian ini, Curacao memasuki fase baru menjelang Piala Dunia: menjaga kesinambungan taktik, memelihara semangat tim, dan memastikan momentum historis tetap terjaga, sambil menghormati keputusan personal pelatih yang memilih keluarga sebagai prioritas utama.






