V2 Indonesia resmi meluncurkan Aurowave, brand audio profesional baru yang ditujukan untuk mengisi celah pasar menengah di Indonesia. Produk ini diposisikan untuk pengguna yang membutuhkan kualitas pro audio dengan pendekatan teknis serius, tetapi tetap dengan harga yang lebih rasional dibanding segmen premium global.
Langkah ini berangkat dari pengalaman V2 Indonesia sebagai distributor solusi audio visual premium. Perusahaan kerap menerima permintaan pelanggan yang ingin membeli perangkat display sekaligus sistem audio dalam satu paket, namun kebutuhan audio sering harus dipenuhi vendor pihak ketiga.
Menurut manajemen, masalah muncul ketika keluhan layanan purna jual audio kembali diarahkan ke V2, padahal produknya bukan milik mereka. Kondisi itu menimbulkan risiko reputasi dan mendorong keputusan strategis untuk membangun brand sendiri agar kualitas produk, layanan, dan after sales berada dalam satu ekosistem.
V2 Indonesia menyebut proses ini tidak instan. Selama hampir satu tahun, tim melakukan riset pasar, memetakan posisi brand global, dan mengidentifikasi ruang yang realistis untuk dimasuki. Hasilnya, Aurowave diposisikan di kelas menengah: di atas entry level, namun tetap terjangkau untuk banyak kebutuhan profesional.
Target pasar Aurowave adalah B2B dan B2G, termasuk institusi pemerintahan, event organizer, rumah ibadah, serta venue skala menengah. Segmen ini dinilai membutuhkan perangkat yang andal untuk penggunaan rutin, tetapi tidak selalu mampu menjangkau harga sistem kelas konser internasional.
Rentang harga yang diumumkan berada di kisaran Rp5 juta hingga Rp95 juta, dengan ketersediaan unit dijadwalkan mulai Mei 2026. Posisi harga tersebut menunjukkan V2 ingin menjembatani kebutuhan pasar yang selama ini mencari keseimbangan antara performa profesional dan efisiensi biaya.
Dalam pengembangan produk, tim Aurowave menerapkan pendekatan hybrid untuk komponen inti seperti driver dan DSP. Mereka melakukan kunjungan ke pabrik di China sekaligus menjalin kolaborasi dengan fasilitas manufaktur di Subang, Jawa Barat, sambil mulai mengembangkan driver dengan kontrol kualitas yang ketat.
V2 menekankan bahwa kualitas pro audio tidak hanya ditentukan oleh driver atau crossover. Faktor amplifier, firmware, pengolahan sinyal, dan manajemen daya disebut sangat berpengaruh. Karena itu, proses pengembangan Aurowave melibatkan pengujian firmware berulang, kalibrasi DSP, dan penyelarasan amplifier hingga performa dianggap stabil.
Dari sisi ketahanan, unit Aurowave diuji pada suhu ekstrem dari -20 hingga 60 derajat Celsius selama enam hari di laboratorium. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan perangkat tetap stabil dalam berbagai kondisi penggunaan, termasuk skenario outdoor dan lingkungan operasional yang menantang.
V2 Indonesia juga menyiapkan strategi ekspansi dealer di sejumlah kota strategis sepanjang 2026 sambil memperkuat sertifikasi dan administrasi merek. Dengan kombinasi harga kompetitif, kontrol layanan purna jual, dan rencana penguatan produksi lokal, Aurowave diproyeksikan menjadi langkah penting menuju brand audio profesional Indonesia yang lebih mandiri dan relevan di pasar menengah.






