Samsung kembali menarik perhatian setelah gambar bocoran Galaxy Glasses beredar di internet. Render tersebut memberi gambaran awal tentang bagaimana kacamata pintar generasi berikutnya akan terlihat, dan dari bentuknya, perangkat ini tampak jelas mengarah ke pasar kacamata terhubung yang selama ini sudah diisi oleh pesaing seperti Meta.
Berbeda dari rumor awal yang sempat menyebut perangkat dengan layar bawaan, Galaxy Glasses justru digambarkan sebagai kacamata tanpa layar. Pilihan ini menempatkannya lebih dekat ke konsep kacamata pintar yang ringan dan praktis, bukan perangkat AR yang terlalu rumit. Strategi seperti ini bisa saja ditujukan untuk menjangkau pengguna yang lebih luas, terutama mereka yang menginginkan fungsi pintar tanpa bentuk yang terlalu mencolok.
Menurut bocoran, Samsung memakai chip Qualcomm Snapdragon AR1 sebagai otak perangkat, ditopang baterai 155 mAh. Kacamata ini juga disebut memiliki dua kamera 12 megapiksel, speaker directional, lensa fotokromik, dan bobot sekitar 50 gram. Spesifikasi tersebut memberi sinyal bahwa Samsung ingin menyeimbangkan kenyamanan dengan kemampuan tangkap visual yang cukup serius.
Di sisi perangkat lunak, Galaxy Glasses dirancang untuk berjalan di ekosistem Android XR dan mendukung Asisten Gemini. Integrasi ini penting karena memungkinkan perangkat bekerja lebih erat dengan ponsel Samsung dan layanan pintar yang sudah dikenal pengguna Android. Dengan begitu, kacamata ini bukan sekadar aksesori, tetapi bisa menjadi bagian dari pengalaman komputasi harian.
Target harga yang beredar berada di kisaran 379 hingga 499 dolar AS. Jika angka ini akurat, Samsung jelas mencoba masuk ke level harga yang masih cukup kompetitif untuk perangkat smart glasses. Di pasar yang belum sepenuhnya matang, harga seperti ini bisa menjadi pembeda besar antara produk yang dipandang menarik dan produk yang terasa terlalu mahal untuk eksperimen pertama.
Meski begitu, masih banyak hal yang belum dijelaskan secara resmi. Samsung belum mengumumkan fungsi lengkap, skenario penggunaan, maupun jadwal final peluncuran. Namun yang sudah terlihat cukup jelas adalah arah strateginya: menghadirkan perangkat yang menggabungkan gaya, utilitas, dan kecerdasan buatan dalam format yang tidak terlalu berat di wajah.
Jika Galaxy Glasses benar-benar dirilis pada 2026, Samsung akan ikut memanaskan persaingan di kategori wearable pintar. Dengan desain yang sederhana, integrasi Gemini, dan orientasi ke Android XR, produk ini bisa menjadi salah satu langkah paling menarik Samsung di luar smartphone. Setidaknya, dari bocoran yang muncul, mereka tampak serius ingin masuk ke arena yang selama ini hanya diisi oleh sedikit pemain besar.






