Proyek “Golden Dome” AS Disebut Terkendala Rencana Detail dan Risiko Politik Meski Anggaran Besar Sudah Disiapkan

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 8 Februari 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Golden Arch Project adalah garis strategis yang mencegat rudal musuh dari luar angkasa. Foto oleh Lockheed Martin

Golden Arch Project adalah garis strategis yang mencegat rudal musuh dari luar angkasa. Foto oleh Lockheed Martin

Proyek pertahanan rudal Amerika Serikat yang dijuluki “Golden Dome” disebut masih jauh dari target ambisius, meski anggaran besar telah disiapkan. Program ini sebelumnya dijanjikan menjadi sistem pertahanan yang dibangun dengan cepat, namun berbagai laporan menyoroti persoalan dasar: detail rencana yang belum matang, tantangan teknologi, dan potensi hambatan politik.

Secara konsep, Golden Dome disebut menargetkan jaringan satelit di orbit rendah hingga menengah untuk mendeteksi, memantau, dan mencegat ancaman rudal berkecepatan tinggi serta jenis ancaman canggih lainnya. Program tersebut bahkan kerap dibandingkan dengan Inisiatif Pertahanan Strategis era Ronald Reagan, yang dulu akhirnya kandas karena kendala biaya dan teknologi.

Sejumlah sumber menyebut kompleksitas proyek membuat Departemen Pertahanan AS belum mampu menyiapkan rancangan jaringan deteksi dan pencegat skala besar seperti yang diharapkan. Akibatnya, industri pertahanan juga dinilai belum bisa bergerak agresif, karena struktur kebutuhan dan mekanisme pendanaan dianggap belum jelas.

Salah satu poin yang paling menantang adalah konsep pencegat berbasis luar angkasa. Perangkat ini dirancang untuk menembak jatuh rudal beberapa menit setelah peluncuran. Namun, memenuhi jendela waktu yang sangat sempit itu dinilai sulit, baik dari sisi rekayasa, logistik, maupun pengujian lapangan.

Ada juga kekhawatiran soal efektivitas biaya. Bahkan jika jaringan pencegatan berhasil dibangun, lawan secara teori bisa meluncurkan banyak rudal sekaligus karena biaya produksi rudal berbasis darat disebut jauh lebih murah. Skenario ini dikhawatirkan dapat “membanjiri” sistem pertahanan dengan cepat.

Di sisi lain, Departemen Pertahanan AS menyatakan kantor yang menangani proyek tetap berjalan mengikuti target yang tertuang dalam kebijakan yang berlaku. Disebutkan pula ada rencana uji pencegat luar angkasa pada 2028, meski detail uji coba dan tingkat kompleksitasnya belum banyak dibuka.

Penundaan juga menimbulkan ketegangan dengan legislatif, karena anggota parlemen dikabarkan meminta rencana pengeluaran yang lebih komprehensif untuk dana yang sudah dialokasikan. Faktor koordinasi dengan sekutu, termasuk kebutuhan dukungan wilayah dan radar di area Arktik, turut disebut sebagai variabel yang dapat mempersulit implementasi.

Berita Terkait

Samsung Segera Luncurkan Kacamata Pintar Berbasis Kecerdasan Buatan Namun Khawatir Akan Krisis Memori Global
Panduan Lengkap Cara Menghilangkan Virus Dan Iklan Pop Up Berbahaya Pada Perangkat MacBook Secara Mandiri
Grand Theft Auto VI, Bocoran Harga Terbaru dan Tanggal Rilis
Andy Yen Peringatkan Anonimitas Internet Terancam Aturan Verifikasi Usia
Samsung Galaxy Glasses Bocor, Kacamata Pintar Siap Menantang Meta
OpenAI Kaji Chip Mobile ChatGPT Bersama Qualcomm dan MediaTek
Apple Pertimbangkan Menghapus MagSafe dari iPhone Generasi Baru
Jannik Sinner Alami Gangguan Fisik di Madrid Open 2026

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Panduan Lengkap Cara Menghilangkan Virus Dan Iklan Pop Up Berbahaya Pada Perangkat MacBook Secara Mandiri

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:28 WIB

Grand Theft Auto VI, Bocoran Harga Terbaru dan Tanggal Rilis

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:07 WIB

Andy Yen Peringatkan Anonimitas Internet Terancam Aturan Verifikasi Usia

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:06 WIB

Samsung Galaxy Glasses Bocor, Kacamata Pintar Siap Menantang Meta

Kamis, 30 April 2026 - 14:55 WIB

OpenAI Kaji Chip Mobile ChatGPT Bersama Qualcomm dan MediaTek

Berita Terbaru

Sinopsis Film Netflix GTA

Berita

Sinopsis Film Netflix GTA San Andreas, 5 Fakta Menarik

Senin, 4 Mei 2026 - 19:43 WIB