Proyek pertahanan rudal Amerika Serikat yang dijuluki “Golden Dome” disebut masih jauh dari target ambisius, meski anggaran besar telah disiapkan. Program ini sebelumnya dijanjikan menjadi sistem pertahanan yang dibangun dengan cepat, namun berbagai laporan menyoroti persoalan dasar: detail rencana yang belum matang, tantangan teknologi, dan potensi hambatan politik.
Secara konsep, Golden Dome disebut menargetkan jaringan satelit di orbit rendah hingga menengah untuk mendeteksi, memantau, dan mencegat ancaman rudal berkecepatan tinggi serta jenis ancaman canggih lainnya. Program tersebut bahkan kerap dibandingkan dengan Inisiatif Pertahanan Strategis era Ronald Reagan, yang dulu akhirnya kandas karena kendala biaya dan teknologi.
Sejumlah sumber menyebut kompleksitas proyek membuat Departemen Pertahanan AS belum mampu menyiapkan rancangan jaringan deteksi dan pencegat skala besar seperti yang diharapkan. Akibatnya, industri pertahanan juga dinilai belum bisa bergerak agresif, karena struktur kebutuhan dan mekanisme pendanaan dianggap belum jelas.
Salah satu poin yang paling menantang adalah konsep pencegat berbasis luar angkasa. Perangkat ini dirancang untuk menembak jatuh rudal beberapa menit setelah peluncuran. Namun, memenuhi jendela waktu yang sangat sempit itu dinilai sulit, baik dari sisi rekayasa, logistik, maupun pengujian lapangan.
Ada juga kekhawatiran soal efektivitas biaya. Bahkan jika jaringan pencegatan berhasil dibangun, lawan secara teori bisa meluncurkan banyak rudal sekaligus karena biaya produksi rudal berbasis darat disebut jauh lebih murah. Skenario ini dikhawatirkan dapat “membanjiri” sistem pertahanan dengan cepat.
Di sisi lain, Departemen Pertahanan AS menyatakan kantor yang menangani proyek tetap berjalan mengikuti target yang tertuang dalam kebijakan yang berlaku. Disebutkan pula ada rencana uji pencegat luar angkasa pada 2028, meski detail uji coba dan tingkat kompleksitasnya belum banyak dibuka.
Penundaan juga menimbulkan ketegangan dengan legislatif, karena anggota parlemen dikabarkan meminta rencana pengeluaran yang lebih komprehensif untuk dana yang sudah dialokasikan. Faktor koordinasi dengan sekutu, termasuk kebutuhan dukungan wilayah dan radar di area Arktik, turut disebut sebagai variabel yang dapat mempersulit implementasi.






