Indonesia disebut berada di jalur penting untuk menjadi kekuatan utama ekonomi digital Asia Tenggara. Di tengah proyeksi nilai transaksi digital nasional yang segera mendekati 100 miliar dolar AS, IBM mendorong Indonesia agar tidak hanya menjadi pasar besar, tetapi juga mampu membangun kedaulatan digital dan kecerdasan buatan yang kuat.
Besarnya potensi tersebut ditopang oleh sekitar 220 juta pengguna internet aktif dari total populasi lebih dari 280 juta jiwa. Aktivitas ratusan juta pengguna ini menghasilkan data dalam skala masif setiap detik. Dalam situasi seperti itu, pemanfaatan AI dinilai bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan strategis agar sistem digital nasional dapat tetap efisien dan kompetitif.
Catherine Lian, General Manager dan Technology Leader IBM, menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan AI. Namun ia juga mengingatkan adanya tantangan mendasar, yakni ketersediaan talenta teknologi. Menurutnya, tanpa sumber daya manusia yang cukup dan siap pakai, investasi besar di sektor digital tidak akan memberi dampak maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, Catherine menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun kapasitas SDM teknologi. Ia juga menyoroti perlunya regulasi yang jelas dan konsisten agar perusahaan berani mengembangkan serta memanfaatkan AI dengan lebih luas, baik untuk kepentingan bisnis maupun untuk mendorong manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Selain soal talenta dan aturan, infrastruktur digital seperti jaringan, latensi, serta akses telekomunikasi disebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan AI. Catherine menilai Indonesia punya modal besar di level ASEAN karena memiliki populasi besar dan ekosistem startup kuat, termasuk keberadaan banyak perusahaan unicorn yang ikut mendorong inovasi teknologi.
Namun pertumbuhan digital yang agresif juga datang bersama risiko yang semakin serius. IBM mengingatkan bahwa kawasan Asia Pasifik kini menjadi target serangan siber tertinggi kedua di dunia. Berbagai sektor strategis seperti pemerintahan, perbankan, telekomunikasi, hingga manufaktur semakin gencar bertransformasi ke cloud, otomatisasi, dan AI, tetapi pada saat bersamaan juga semakin rentan diserang.
Dalam konteks inilah gagasan kedaulatan digital menjadi penting. Bagi korporasi, konsep tersebut berarti kendali penuh atas data, perangkat lunak, dan infrastruktur operasional di bawah yurisdiksi hukum setempat. IBM menilai cara pandang lama yang hanya berfokus pada lokasi fisik server sudah tidak cukup. Sekarang, yang dibutuhkan adalah transparansi sistem, kepatuhan yang bisa diverifikasi, serta kontrol nyata atas aset digital. Singkatnya, bukan cuma tahu server ada di mana, tapi juga siapa yang benar-benar pegang kuncinya.
Adaptasi menuju model itu mulai terlihat di Indonesia. Telkom Indonesia menjalin kerja sama dengan IBM untuk membangun platform AI berdaulat berbasis watsonx, sementara BSSN menggandeng IBM untuk memperkuat keamanan siber nasional. IBM juga menawarkan perangkat lunak seperti Sovereign Core, yang memungkinkan kendali operasional, enkripsi, hingga manajemen akses tetap berada dalam batas yurisdiksi lokal. Menurut Catherine, jika Indonesia berani memimpin inisiatif ini, fondasi teknologi yang aman, tahan gangguan, dan mendukung inovasi berkelanjutan akan menjadi mesin penting untuk mendorong ekonomi digital nasional ke level tertingginya.






