Dalam sebuah ceramah terbarunya, pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah (LPD) Al-Bahjah, Buya Yahya ajak doakan Prabowo Subianto yang kini mengemban amanah sebagai Presiden Republik Indonesia. Beliau menekankan bahwa posisi sebagai kepala negara bukanlah perkara yang mudah. Oleh karena itu, dukungan moral dan spiritual dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan demi kemaslahatan bangsa.
Mengapa Buya Yahya Ajak Doakan Prabowo Subianto?
Kepemimpinan nasional merupakan tanggung jawab besar yang melibatkan hajat hidup ratusan juta rakyat. Buya Yahya menyampaikan bahwa kritik memang diperbolehkan dalam alam demokrasi. Namun, mendoakan pemimpin agar diberikan kekuatan dan hidayah jauh lebih utama bagi seorang muslim.
Beliau menjelaskan bahwa keberhasilan seorang presiden adalah keberhasilan seluruh rakyat. Sebaliknya, jika pemimpin gagal, maka rakyat pulalah yang akan merasakan dampaknya. Inilah alasan kuat mengapa Buya Yahya ajak doakan Prabowo agar mampu menjalankan roda pemerintahan dengan adil dan bijaksana.
Menjadi Presiden Itu Tidak Gampang
Salah satu poin penting yang disoroti oleh Buya Yahya adalah kompleksitas masalah negara. Menjadi presiden tidak gampang karena harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari isu ekonomi, persatuan nasional, hingga tekanan geopolitik global.
-
Tanggung Jawab Dunia Akhirat: Pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap kebijakan yang diambil.
-
Menyatukan Perbedaan: Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan beragam suku yang butuh dirangkul.
-
Tekanan Kebijakan: Setiap keputusan pasti memiliki risiko dan pro-kontra di masyarakat.
“Menjadi presiden itu tidak gampang. Bebannya besar dan ujiannya berat. Kita perlu mengirimkan doa agar beliau dijaga oleh Allah,” pesan Buya Yahya dalam cuplikan dakwahnya.
Pesan Persatuan Pasca Pemilu
Selain mengajak untuk mendoakan, Buya Yahya juga mengingatkan masyarakat untuk menghentikan segala bentuk perpecahan. Setelah proses demokrasi selesai, tugas utama rakyat adalah bersatu kembali untuk membangun negeri.
Buya Yahya ajak doakan Prabowo bukan berarti memihak secara politik praktis, melainkan bentuk ketaatan kepada anjuran agama untuk mencintai tanah air melalui doa bagi pemimpinnya. Beliau berharap masyarakat tidak lagi saling menghujat di media sosial.
Bagaimana Cara Kita Mendukung Pemimpin?
Ada beberapa cara yang disarankan untuk mendukung jalannya pemerintahan selain melalui kritik yang membangun:
-
Mendoakan Keikhlasan: Agar Presiden Prabowo selalu ikhlas dalam mengabdi kepada rakyat.
-
Menjaga Kerukunan: Tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoax) yang memecah belah.
-
Bekerja Sesuai Porsi: Rakyat berkontribusi dengan cara menjadi warga negara yang taat hukum dan produktif.
Doa sebagai Bentuk Cinta Tanah Air
Aksi Buya Yahya ajak doakan Prabowo merupakan pengingat bagi kita semua bahwa kekuatan doa memiliki peran besar dalam stabilitas negara. Kita harus menyadari bahwa memimpin negara sebesar Indonesia membutuhkan bantuan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Mari kita kesampingkan perbedaan pilihan di masa lalu. Sekarang adalah waktunya bersinergi. Semoga Presiden Prabowo Subianto diberikan kesehatan dan perlindungan dalam menjalankan tugasnya yang sangat berat tersebut.






