Nadiem Makarim dilaporkan tidak dapat menghadiri sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta. Ketidakhadiran eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) ini dikarenakan kondisi kesehatannya yang menurun sehingga harus menjalani perawatan intensif.
Kabar mengenai nadiem makarim yang jatuh sakit ini dikonfirmasi langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pihak medis menyatakan bahwa terdakwa memerlukan penanganan serius di rumah sakit, yang menyebabkan agenda persidangan kali ini mengalami kendala.
Penyebab Nadiem Makarim Absen Sidang Tipikor
Menurut Jaksa Penuntut Umum, Roy Riady, pihaknya telah menerima surat keterangan resmi dari Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta. Berdasarkan dokumen tersebut, diketahui bahwa nadiem makarim tidak diizinkan oleh dokter untuk meninggalkan rumah sakit guna menghadiri persidangan.
Beberapa poin utama terkait kondisi Nadiem di rumah sakit antara lain:
-
Perawatan Intensif: Nadiem memerlukan pemberian antibiotik secara rutin melalui infus.
-
Penyakit Lama: Keluhan yang dialami merupakan penyakit lama yang kembali kambuh.
-
Durasi Rawat Inap: Berdasarkan instruksi dokter, Nadiem harus dirawat hingga tanggal 3 Mei 2026.
Meskipun tim pengacara sempat meminta agar pemeriksaan ahli tetap dilanjutkan, majelis hakim harus mempertimbangkan hak-hak terdakwa yang sedang dalam kondisi tidak fit.
Kronologi Penurunan Kondisi Kesehatan Nadiem Makarim
Sebelum akhirnya dirawat inap sejak Sabtu, 25 April 2026, nadiem makarim sebenarnya sempat dibawa ke Pengadilan Tipikor pada persidangan sebelumnya. Namun, saat itu ia menolak masuk ke ruang sidang karena merasa kondisi fisiknya sangat drop dan tidak mampu mengikuti jalannya pemeriksaan.
Berikut adalah garis waktu absennya Nadiem dalam persidangan:
-
Rabu, 22 April 2026: Nadiem hadir di pengadilan namun tidak masuk ruang sidang karena kesehatan menurun.
-
Sabtu, 25 April 2026: Nadiem resmi masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan menjalani rawat inap.
-
Senin, 27 April 2026: Jaksa mengumumkan Nadiem tidak bisa hadir di persidangan karena isolasi medis.
Kondisi kesehatan terdakwa menjadi faktor krusial dalam kelancaran proses hukum ini. Tim hukum Nadiem juga telah mengajukan permohonan pengalihan penahanan dengan alasan kemanusiaan dan kebutuhan medis yang mendesak.
Detail Kasus Korupsi Chromebook yang Menjerat Nadiem
Kasus yang menyeret nama nadiem makarim ini berkaitan dengan dugaan kerugian negara sebesar Rp 2,1 triliun. Angka fantastis tersebut muncul dari proyek pengadaan laptop berbasis Chromebook dan pengadaan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek.
Jaksa menilai ada unsur pemborosan dan ketidaksesuaian kebutuhan dalam pengadaan tersebut. Selain Nadiem, terdapat tiga terdakwa lainnya yang merupakan mantan pejabat dan konsultan di kementerian tersebut. Fokus utama persidangan adalah membuktikan apakah kebijakan tersebut murni untuk digitalisasi pendidikan atau terdapat unsur memperkaya diri sendiri dan orang lain.
Kesimpulan Mengenai Kondisi Terkini Nadiem
Saat ini, fokus utama adalah memantau kondisi kesehatan Nadiem Makarim agar dapat segera kembali sehat dan melanjutkan proses hukum yang berlaku. Ketidakhadirannya di persidangan murni karena alasan medis yang telah diverifikasi oleh pihak Rumah Sakit Abdi Waluyo.
Kelanjutan sidang korupsi Chromebook akan sangat bergantung pada laporan medis terbaru pada pekan depan. Publik menanti transparansi dalam penanganan kasus ini, sembari menghormati hak terdakwa untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang layak.
Apakah Anda ingin mendapatkan update terbaru mengenai kasus ini? Jangan lupa untuk terus memantau portal berita kami untuk informasi hukum dan pendidikan terkini.






