Rencana Apple untuk menghadirkan Siri generasi baru yang diperkuat kecerdasan buatan dilaporkan tidak berjalan sesuai jadwal awal. Proyek desain ulang yang sempat digadang-gadang sebagai lompatan besar kini disebut mengalami penundaan, dan peluncurannya diperkirakan akan dipecah ke beberapa pembaruan perangkat lunak sepanjang tahun.
Informasi yang beredar menyebut hambatan utama muncul pada fase pengujian. Versi eksperimental Siri dikabarkan membutuhkan waktu terlalu lama untuk menyelesaikan beberapa tugas, bahkan ada permintaan tertentu yang gagal diproses. Masalah seperti ini membuat tim pengembang mempertimbangkan ulang target rilis yang sebelumnya diharapkan bisa hadir lebih cepat.
Penundaan ini terasa kontras dengan ambisi awal. Ketika Apple mulai membicarakan pembaruan besar Siri, yang dijanjikan bukan sekadar perbaikan kecil, melainkan perubahan pengalaman yang terasa: pencarian foto yang lebih canggih, pengelolaan kontak yang lebih “pintar”, bantuan pengeditan gambar, hingga kemampuan meringkas catatan agar siap dikirim melalui email.
Pada tahap perencanaan, fitur-fitur tersebut diharapkan memperkaya interaksi sehari-hari pengguna iPhone. Siri bukan hanya menjawab perintah singkat, tetapi menjadi asisten yang lebih kontekstual dan mampu menangani rangkaian pekerjaan kecil tanpa banyak langkah manual.
Namun, realitas teknis sering memaksa kompromi. Apple disebut mengakui bahwa mereka membutuhkan waktu lebih banyak dari perkiraan untuk memastikan fitur benar-benar stabil dan layak dipakai luas. Dengan kata lain, perusahaan lebih memilih peluncuran yang aman daripada memaksakan rilis cepat tetapi berisiko.
Di tengah perlombaan AI, Apple juga pernah menegaskan keterlibatan teknologi eksternal sebagai dukungan. Pada awal 2024, perusahaan mengonfirmasi bahwa model AI generatif “Gemini” dari Google akan membantu infrastruktur perangkat lunak tertentu. Apple saat itu menyatakan mereka memilih teknologi yang dianggap paling kuat untuk fondasi model inti, setelah evaluasi.
Kolaborasi semacam ini dibaca sebagai cara Apple mengejar pengalaman chatbot modern yang sudah lebih dulu populer, seperti ChatGPT. Targetnya bukan menyalin, melainkan menggabungkan kemampuan AI generatif dengan integrasi sistem Apple yang ketat dan fokus pada pengalaman pengguna.
Untuk strategi rilis, arah yang disebut paling mungkin adalah pembaruan bertahap. Artinya, fitur-fitur Siri AI tidak datang sekaligus, melainkan muncul sedikit demi sedikit pada update berbeda. Dalam rincian yang disebutkan, iOS 26.4 pada Maret digambarkan sebagai pintu masuk kemampuan AI pertama, disusul peningkatan lain pada iOS 26.5 di Mei, dan perluasan lebih jauh pada iOS 27 di akhir tahun.
Model peluncuran seperti ini sebenarnya sejalan dengan pendekatan Apple yang sering menekankan kestabilan. Ketika fitur kompleks belum matang, perusahaan cenderung memecah rilis agar risiko bug bisa dikendalikan dan feedback pengguna dapat dipakai untuk penyempurnaan tahap berikutnya.
Bagi pengguna, kabar ini berarti satu hal: Siri baru memang tetap datang, tetapi tidak secepat yang dibayangkan sebagian orang. Jika peluncuran benar-benar dipisah menjadi beberapa fase, pengalaman Siri akan berubah bertahap sepanjang 2026, bukan “sekali jadi” dalam satu update besar.
Di tengah ekspektasi tinggi terhadap AI, penundaan ini juga menjadi pengingat bahwa mengubah asisten virtual bawaan sistem operasi bukan pekerjaan ringan. Tantangannya bukan hanya membuat Siri lebih pintar, tetapi memastikan ia responsif, konsisten, dan mampu bekerja pada skala ratusan juta perangkat tanpa mengorbankan kualitas.






