Huawei Indonesia kembali menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan pada Ramadan 2026 dengan fokus pada pemulihan masyarakat pascabencana. Melalui tema “Sharing Happiness, Caring for Indonesia”, perusahaan teknologi global itu menyalurkan bantuan pangan sekaligus menghadirkan kegiatan berbuka puasa bersama di sejumlah wilayah Indonesia.
Program ini menjadi kelanjutan dari tradisi CSR Huawei yang disebut telah berjalan konsisten selama tujuh tahun berturut-turut. Pada tahun ini, bantuan disalurkan secara khusus kepada 12 panti asuhan Islam yang tersebar di berbagai daerah. Sasaran utamanya adalah anak-anak panti yang tinggal di kawasan yang masih berada dalam proses pemulihan setelah terdampak bencana alam, serta kelompok masyarakat prasejahtera.
Huawei menjalankan kegiatan ini di bawah pilar komitmen “Huawei I Do Care”. Perusahaan ingin menciptakan suasana Ramadan yang lebih hangat, inklusif, dan membahagiakan bagi para penerima manfaat. Bantuan yang diberikan bukan hanya dimaksudkan sebagai simbol kepedulian, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata agar masyarakat tetap memiliki harapan di tengah masa pemulihan.
Seluruh paket bantuan pangan yang dibagikan dirancang agar selaras dengan Program Makanan Bergizi yang tengah didorong pemerintah. Huawei menyatakan setiap paket disiapkan secara saksama untuk menjaga kualitas gizi, sehingga anak-anak dan keluarga penerima tetap memperoleh asupan yang sehat dan layak selama menjalankan puasa.
Apresiasi datang dari pihak penerima manfaat. Perwakilan Panti Asuhan Rumah Yatim IFARS Mandiri, Zainal Arifin, menyebut bantuan tersebut sangat berarti bagi anak-anak asuh mereka. Menurutnya, pembagian makanan bergizi dan kesempatan berbuka puasa bersama menghadirkan kebahagiaan besar, terutama bagi anak-anak yang masih berada dalam fase pemulihan pascabencana.
Dari sisi perusahaan, kegiatan ini juga diposisikan sebagai bagian dari cara Huawei memaknai teknologi secara lebih manusiawi. Chairman of the Board Huawei Indonesia, Xin Dajiang, mengatakan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan nilai kepedulian dan menunjukkan empati kepada sesama. Ia menegaskan bahwa perusahaan ingin memberi manfaat lebih dari sekadar menghadirkan produk dan layanan teknologi.
Hal serupa disampaikan Director of ICT Strategy & Business Huawei Indonesia, Mohamad Rosidi. Ia menekankan bahwa teknologi semestinya melayani kemanusiaan. Dalam pandangannya, infrastruktur digital memang penting untuk menghubungkan orang, tetapi kepedulian sosial juga dibutuhkan agar hubungan itu tidak berhenti di level jaringan, melainkan sampai ke hati. Jadi, bukan cuma sinyal yang dibuat kuat, tapi juga rasa peduli yang ikut disalurkan.
Program Ramadan tahun ini juga menjadi bagian kecil dari perjalanan panjang Huawei di Indonesia sejak 2000. Hingga kini, perusahaan itu mempekerjakan lebih dari 2.700 staf di Indonesia, sekitar 90 persen di antaranya tenaga kerja lokal, serta diklaim telah membantu membuka lebih dari 20.000 lapangan kerja. Dengan empat pilar komitmen “I Do” yang terus dibawa dalam strategi bisnisnya, Huawei menempatkan aksi sosial seperti ini sebagai bagian dari visi jangka panjang untuk ikut membangun Indonesia yang lebih inklusif dan sejahtera menuju 2045.






