Mudik itu romantis, sampai baterai ponsel sekarat di tengah macet dan colokan jadi barang rebutan. Tahun 2026, kebiasaan orang membawa powerbank masih ada, tapi tidak lagi wajib. Alasannya: ponsel kelas satu jutaan mulai punya spesifikasi yang lebih masuk akal untuk perjalanan jauh.
Salah satu yang disorot di segmen ini adalah moto G06 Power dari motorola. Posisinya jelas: ponsel terjangkau yang fokus pada kebutuhan paling realistis saat Lebaran—tahan lama, layar enak, fitur modern, dan cukup kencang untuk aktivitas harian.
Keunggulan utama datang dari baterai 7.000 mAh. Di kelas harga sejutaan, kapasitas ini jadi nilai jual besar karena mendukung perjalanan panjang tanpa membuat pengguna terus menerus mencari stop kontak. Klaim ketahanan hingga 65 jam pemakaian normal menunjukkan ponsel ini memang dirancang untuk pengguna dengan mobilitas tinggi.
Dalam skenario mudik, baterai besar berarti navigasi bisa menyala lebih lama, musik dan hiburan tetap jalan, serta komunikasi tetap aman bahkan setelah tiba di tujuan. Ketika banyak orang masih sibuk menanyakan “ada charger nggak?”, pengguna baterai jumbo biasanya sudah masuk fase “tenang, masih 40%”.
Bagian layar juga dibuat untuk menambah kenyamanan selama menunggu. Moto G06 Series membawa layar 6,88 inci, ukuran yang terasa lega untuk menonton video, membaca chat keluarga, atau sekadar scroll media sosial mengusir bosan.
Menariknya, layar tersebut mendukung refresh rate 120Hz. Pada penggunaan sehari-hari, ini membuat animasi dan perpindahan terasa lebih halus. Hasilnya bukan cuma “lebih keren di atas kertas”, tetapi benar-benar terasa saat scrolling, membuka aplikasi, atau bermain game ringan.
Dari sisi ketahanan bodi, ponsel ini disebut punya sertifikasi IP64 untuk tahan debu dan percikan air, ditambah pelindung Corning Gorilla Glass. Untuk aktivitas Lebaran yang sering berpindah dari rumah ke rumah, ke pasar, ziarah, atau wisata dadakan, perlindungan seperti ini memberi rasa aman ekstra.
Performa mengandalkan MediaTek Helio G81 Extreme, dengan RAM 4GB yang bisa diperluas lewat fitur RAM Boost hingga 12GB. Konsepnya sederhana: meminimalkan lag ketika pengguna membuka banyak aplikasi—WhatsApp keluarga, peta, kamera, dan m-banking—dalam waktu berdekatan.
Urusan kamera pun dibuat cukup serius untuk “panen konten” Lebaran. Kamera utama 50MP dilengkapi Pro Mode agar pengguna bisa mengatur parameter seperti ISO dan shutter speed secara manual. Ini berguna saat memotret malam takbiran, suasana rumah yang cahayanya campur-aduk, atau makanan Lebaran yang ingin terlihat lebih estetik.
Fitur modern yang dulu sering absen di kelas murah juga ikut dibawa, seperti NFC untuk cek/top up e-money dan speaker stereo dengan Dolby Atmos untuk pengalaman audio yang lebih imersif. Ditambah desain belakang berbahan vegan leather dengan opsi warna Pantone, tampilannya tidak “terlihat murah” ketika dibawa silaturahmi.
Dengan paket fitur seperti ini, ponsel entry-level makin terasa sebagai pilihan “smart spending” untuk Lebaran: uangnya tidak jebol, tapi kebutuhan mudik dan hiburan tetap terpenuhi. Ya, minimal tidak perlu drama “HP mati pas mau foto keluarga besar”.






