SMAS Mobility Indonesia resmi mengadopsi Agentforce Sales dari Salesforce sebagai bagian dari transformasi digital perusahaan. Langkah ini difokuskan untuk memperkuat operasional penjualan, meningkatkan visibilitas pipeline, dan mempercepat pengambilan keputusan bisnis di sektor layanan mobilitas dan manajemen armada.
Perusahaan yang bergerak di layanan mobilitas terintegrasi untuk segmen korporasi ini menilai kebutuhan teknologi semakin mendesak seiring kompleksitas operasional. Dalam konteks bisnis armada, keterlambatan informasi dan proses manual dapat langsung memengaruhi peluang penjualan, efisiensi tim, serta kualitas layanan ke pelanggan.
Agentforce Sales disebut sebagai solusi agen AI otonom dalam ekosistem CRM Salesforce yang mengintegrasikan data pelanggan dalam satu platform. Dengan pendekatan tersebut, tim penjualan dapat memantau peluang masuk, perkembangan prospek, dan performa harian tanpa bergantung pada laporan terpisah yang lambat diperbarui.
Sebelum implementasi ini, pengelolaan penjualan SMAS Mobility banyak bertumpu pada spreadsheet dan pembaruan manual. Model kerja seperti itu memunculkan risiko duplikasi data, keterlambatan sinkronisasi informasi, dan keterbatasan visibilitas bagi pimpinan tim dalam memetakan peluang bisnis secara cepat.
Setelah integrasi Agentforce Sales, perusahaan menyatakan pipeline penjualan kini bisa dipantau real-time melalui antarmuka terpadu. Dampaknya, pemimpin tim lebih mudah memprioritaskan peluang potensial, memantau konversi, dan memastikan tidak ada prospek pelanggan yang terlewat akibat hambatan administrasi internal.
Platform ini juga telah dioptimalkan untuk penggunaan seluler, sehingga tim lapangan tetap dapat mengakses data pelanggan terbaru kapan saja. Akses real-time dari perangkat mobile dinilai penting untuk mempercepat respons ke klien, menekan waktu kerja administratif, dan mengalihkan fokus tenaga penjualan ke interaksi bernilai tinggi.
Selain pengelolaan prospek baru, sistem juga membantu pemantauan perpanjangan kontrak serta identifikasi peluang upsell dan cross-sell. Bagi bisnis armada, kemampuan membaca momen perpanjangan dan kebutuhan tambahan pelanggan secara cepat dapat berkontribusi langsung pada pertumbuhan pendapatan.
SMAS Mobility menempatkan integrasi data sebagai fondasi utama transformasi ini. Informasi penting seperti riwayat pembelian, spesifikasi kendaraan, dan laporan layanan kini dihimpun dalam satu sumber data yang lebih konsisten, sehingga analitik harian dapat ditarik dengan lebih mudah dan akurat.
Presiden Direktur SMAS Mobility Indonesia, Tetsuya Ijiri, menekankan bahwa inti transformasi perusahaan adalah penguatan hubungan pelanggan. Perusahaan disebut tengah bergerak dari model sewa tradisional menuju penyedia solusi mobilitas modern yang lebih gesit, responsif, dan berbasis data real-time.
Dari sisi Salesforce, investasi SMAS Mobility dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun fondasi digital yang siap AI. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan keunggulan operasional sekaligus menjaga loyalitas pelanggan jangka panjang di pasar mobilitas korporasi yang makin kompetitif.






