Meta tampaknya sedang merapikan ulang peta jalannya untuk metaverse. Setelah lama mendorong pengalaman realitas virtual lewat headset, perusahaan kini lebih serius membuka pintu bagi pengguna ponsel—dengan menempatkan Horizon Worlds sebagai produk yang “mobile-first”.
Arah baru ini muncul seiring pergeseran strategi internal. Meta menyampaikan bahwa mereka akan memisahkan pengembangan platform Quest VR dari platform Worlds, agar masing-masing bisa tumbuh sesuai karakternya dan tidak saling menghambat.
Pernyataan itu disampaikan oleh Samantha Ryan, wakil presiden konten di Reality Labs. Intinya, rencana lama yang membayangkan semua interaksi virtual menyatu dalam satu metaverse kini dikoreksi: Horizon Worlds tidak lagi diposisikan semata sebagai pelengkap ekosistem headset.
Dengan pemisahan tersebut, Horizon Worlds didorong untuk menjadi pengalaman yang lebih mudah dijangkau. Meta menyiapkan jalur mobile dan web, lalu membuat keputusan penting: platform ini akan dipikirkan terutama untuk smartphone, bukan sebagai “fitur tambahan” untuk VR.
Logika bisnisnya mudah dipahami. Dengan mengandalkan ponsel, Meta berharap dapat menjangkau audiens jauh lebih besar—termasuk miliaran pengguna di jejaring sosialnya—tanpa menunggu orang membeli perangkat VR. Model ini mengingatkan pada platform yang mengandalkan dunia buatan pengguna seperti Roblox atau Fortnite.
Namun, pergeseran ini bukan berarti Quest VR ditinggalkan. Meta justru mengirim sinyal bahwa mereka ingin memperkuat dukungan untuk pengembang pihak ketiga, terutama setelah kabar penutupan sejumlah studio internal yang sebelumnya fokus pada game VR.
Perusahaan menjanjikan beberapa peningkatan praktis bagi ekosistem Quest, mulai dari alat monetisasi baru, cara promosi konten yang dibuat lebih fleksibel, hingga mekanisme untuk meningkatkan keterlibatan pemain. Tujuannya agar developer tidak merasa “sendirian” saat membangun konten di platform VR.
Di tengah kabar penataan ulang itu, laporan survei dari Business Insider juga menyebut perangkat headset Quest yang lebih fokus untuk kebutuhan gaming masih masuk rencana. Andrew Bosworth, direktur teknis Meta, sebelumnya sempat mengonfirmasi pada Februari bahwa beberapa model memang ada di peta jalan mereka.
Menariknya, reposisi metaverse ini berlangsung saat Mark Zuckerberg menaruh fokus besar pada produk berbasis AI generatif, termasuk perangkat seperti kacamata pintar. Ini membuat banyak orang membaca langkah Meta sebagai upaya menyeimbangkan inovasi dengan ongkos operasional, terutama karena Reality Labs dikenal sebagai divisi yang mahal.
Kesimpulannya, Meta sedang memecah strategi menjadi dua jalur: Horizon Worlds dipercepat lewat mobile untuk meraih massa, sementara Quest VR diposisikan sebagai ekosistem yang dibenahi dengan dukungan developer dan perangkat baru. Bila berhasil, metaverse Meta mungkin tidak lagi bergantung pada headset sebagai pintu masuk utama.






