Kritik pengguna soal algoritma Threads ternyata tidak hanya berhenti sebagai keluhan. Meta justru mengambil fenomena itu, lalu mengubahnya menjadi fitur resmi yang bisa dipakai semua orang. Tujuannya: memberi rasa kontrol lebih besar atas isi feed, sekaligus menjawab tuntutan transparansi yang makin sering terdengar.
Sejak awal rilis, Threads kerap disorot karena rekomendasinya dianggap “melenceng” dari minat pengguna. Banyak orang merasa konten yang muncul tidak relevan, lalu menyalurkan kekesalan mereka lewat gaya bercanda. Unggahan yang “menegur” algoritma pun sempat ramai, misalnya meminta lebih banyak konten kucing lucu atau meminta berhenti menampilkan tema yang tidak diinginkan.
Alih-alih menganggapnya sekadar tren, Meta membaca itu sebagai pola perilaku. Dari situ lahirlah fitur baru yang disebut “algo sayang” (di sumber aslinya digambarkan sebagai pesan pembuka tertentu). Mekanismenya cukup sederhana: pengguna membuat posting yang diawali frasa khusus, lalu menuliskan permintaan yang ingin memengaruhi komposisi feed mereka.
Contohnya, seseorang bisa menulis permintaan agar Threads tidak lagi menampilkan unggahan tentang hewan sakit, atau sebaliknya meminta lebih banyak topik tertentu seperti teknologi, olahraga, atau musik. Meta mengklaim personalisasi ini bersifat cepat dan fleksibel, sehingga pengguna dapat merasakan perubahan tanpa harus mengutak-atik banyak menu.
Untuk mempertegas unsur kontrol, tersedia ruang khusus di pengaturan aplikasi yang memungkinkan pengguna melihat daftar permintaan aktif. Dari sana, permintaan dapat dipantau atau dihapus. Dengan kata lain, fitur ini bukan hanya “komentar lucu ke algoritma”, tetapi menjadi preferensi yang tercatat dan bisa dikelola.
Menariknya, Threads juga membuka peluang “menyalin preferensi” orang lain. Pengguna dapat membagikan (atau me-repost) posting “algo sayang” milik pengguna lain, dan preferensi itu bisa ikut terintegrasi ke feed mereka. Fitur ini membuat preferensi seperti template: kalau kamu setuju dengan permintaan orang lain, kamu bisa menirunya tanpa menulis dari nol.
Namun ada batas penting yang wajib dicatat: setiap permintaan hanya berlaku selama tiga hari. Meta menyebut pembatasan ini sengaja dibuat agar pengalaman tetap dinamis, tidak menjadi terlalu monoton, dan feed tidak “membeku” hanya karena satu set preferensi permanen.
Durasi tiga hari itu juga memberi ruang bagi algoritma untuk tetap menghadirkan unsur kebaruan. Dengan begitu, Threads mencoba menjaga keseimbangan antara relevansi (konten yang sesuai minat) dan variasi (konten yang mungkin membuka perspektif baru).
Dari sisi ketersediaan, peluncuran fitur ini masih bertahap. Untuk sementara, fitur disebut tersedia bagi pengguna di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Ekspansi ke negara lain dikabarkan akan menyusul, meski jadwal rinci belum dipaparkan.
Langkah Meta ini menunjukkan cara unik platform sosial bereaksi terhadap kebiasaan komunitasnya: sesuatu yang awalnya berupa “protes bercanda” bisa berubah menjadi fungsi resmi. Tantangan berikutnya adalah pembuktian: apakah fitur ini benar-benar membuat pengguna merasa memegang kendali atas feed, atau hanya jadi gimmick yang ramai di awal lalu redup.






