Pakistan Lancarkan Serangan Udara Besar di Afghanistan Incar Militan Taliban dan ISIS

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 24 Februari 2026 - 04:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakistan Lancarkan Serangan Udara Besar di Afghanistan Incar Militan Taliban dan ISIS

Pakistan Lancarkan Serangan Udara Besar di Afghanistan Incar Militan Taliban dan ISIS

Wilayah perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan kembali membara setelah militer Pakistan memutuskan untuk melancarkan operasi udara berskala besar.

Serangan yang melibatkan jet tempur ini menyasar titik-titik yang diklaim sebagai sarang persembunyian kelompok militan berbahaya. Pemerintah Pakistan menegaskan bahwa target utama mereka adalah kelompok Taliban Pakistan atau Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) serta elemen-elemen yang berafiliasi dengan ISIS.

Operasi militer lintas batas ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya ancaman keamanan yang merongrong stabilitas di dalam negeri Pakistan.

Pihak militer di Islamabad menyatakan bahwa mereka tidak memiliki pilihan lain selain menghancurkan basis logistik kelompok radikal tersebut. Wilayah yang menjadi target serangan memang sudah lama dikenal sebagai zona abu-abu yang sulit dikendalikan oleh otoritas mana pun.

Namun, di sisi lain perbatasan, otoritas Afghanistan memberikan laporan yang sangat berbeda mengenai dampak dari ledakan bom tersebut. Pemerintah Afghanistan di Kabul dengan tegas menyatakan bahwa serangan udara ini telah menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan warga sipil. Laporan mengenai kerusakan rumah penduduk dan fasilitas warga mulai bermunculan seiring dengan redanya suara mesin pesawat tempur.

Ketegangan antara kedua negara bertetangga ini pun kini berada pada titik nadir yang sangat mengkhawatirkan.

Islamabad mengklaim telah mengantongi intelijen yang akurat mengenai keberadaan para petempur Taliban Pakistan dan ISIS di lokasi sasaran.

Mereka menuduh bahwa wilayah kedaulatan Afghanistan sengaja digunakan oleh kelompok militan sebagai tempat pelarian setelah melancarkan aksi di tanah Pakistan. Narasi mengenai “tempat perlindungan aman” bagi teroris kembali menjadi bahan perdebatan panas di panggung diplomasi regional.

Pemerintah Afghanistan mengecam keras tindakan ini dan menganggapnya sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan wilayah mereka. Mereka membantah telah memberikan ruang bagi kelompok ISIS maupun Taliban Pakistan untuk mengatur serangan. Bagi Kabul, aksi sepihak Pakistan ini justru akan memicu siklus kekerasan yang lebih besar di masa depan.

Korban sipil yang dilaporkan jatuh dalam insiden ini menambah kerumitan masalah kemanusiaan yang sudah ada di kawasan tersebut.

Beberapa saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan suasana mencekam saat pesawat-pesawat tempur mulai menjatuhkan muatan peledak mereka.

Getaran hebat terasa hingga radius beberapa kilometer, menghancurkan bangunan yang diklaim oleh Pakistan sebagai fasilitas militan. Namun, bagi warga lokal, bangunan tersebut adalah tempat tinggal yang dihuni oleh keluarga, termasuk wanita dan anak-anak.

Pakistan tetap pada pendiriannya bahwa operasi ini adalah bagian dari hak bela diri yang sah sesuai dengan norma internasional. Mereka mendesak agar Afghanistan lebih serius dalam mengawasi wilayah perbatasan agar tidak disalahgunakan oleh kelompok bersenjata. Sejak Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul, gesekan perbatasan dengan Pakistan memang frekuensinya semakin sering terjadi.

Kelompok TTP sendiri telah lama menjadi duri dalam daging bagi aparat keamanan di Islamabad melalui berbagai aksi serangan bom dan penembakan. Sementara itu, kehadiran afiliasi ISIS di wilayah pegunungan yang terisolasi menambah lapisan ancaman yang sangat kompleks bagi keamanan regional. Pakistan merasa perlu mengambil langkah proaktif sebelum kelompok-kelompok ini tumbuh semakin kuat dan terorganisir.

Kabul memperingatkan bahwa tindakan agresi semacam ini akan memiliki konsekuensi jangka panjang bagi hubungan bilateral kedua negara.

Para analis keamanan internasional melihat bahwa penggunaan kekuatan udara menunjukkan tingkat frustrasi yang tinggi dari pihak Pakistan.

Upaya diplomasi selama ini dianggap tidak membuahkan hasil nyata dalam menekan aktivitas militan di sepanjang garis perbatasan. Oleh karena itu, kekuatan militer dikerahkan untuk memberikan pesan yang sangat keras kepada pihak-pihak yang terlibat.

Di tengah saling klaim data mengenai korban, komunitas internasional mulai menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri. PBB dan lembaga kemanusiaan lainnya sedang berusaha memverifikasi laporan mengenai kematian warga sipil di wilayah konflik tersebut. Jika benar terjadi kesalahan sasaran, maka Pakistan akan menghadapi tekanan diplomatik yang sangat berat dari dunia internasional.

Pakistan menegaskan bahwa setiap jengkal tanah yang digunakan untuk menyerang rakyat mereka akan menjadi target operasi militer.

Sejauh ini, operasi udara tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti sepenuhnya selama ancaman dianggap masih nyata.

Pihak intelijen Pakistan dikabarkan masih terus memantau pergerakan sisa-sisa petempur ISIS dan TTP yang mungkin melarikan diri lebih dalam ke wilayah Afghanistan. Eskalasi ini diprediksi akan membuat perbatasan kedua negara tetap dalam status siaga satu untuk waktu yang lama.

Masalah kedaulatan dan terorisme di Asia Selatan memang selalu menjadi benang kusut yang sulit diurai secara damai. Afghanistan menuntut adanya kompensasi dan permintaan maaf atas jatuhnya korban jiwa di pihak mereka yang tidak berdosa. Di sisi lain, Pakistan meminta tindakan nyata dari Kabul untuk mengusir semua elemen teroris dari wilayah mereka.

Kehadiran jet tempur di langit perbatasan menjadi simbol rapuhnya perdamaian di kawasan pegunungan tersebut.

Masyarakat internasional kini menunggu apakah konflik ini akan meluas menjadi perang terbuka atau tetap dalam koridor operasi kontra-terorisme yang terbatas.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di perbatasan dilaporkan masih sangat tegang dengan pergerakan pasukan darat yang mulai terlihat di beberapa titik strategis. Saling tuding antara Islamabad dan Kabul dipastikan akan terus mewarnai tajuk utama berita dalam beberapa hari ke depan.

Keselamatan warga sipil tetap menjadi perhatian utama yang seringkali terabaikan di tengah dentuman bom dan retorika politik kekuasaan.

Pakistan dan Afghanistan harus menemukan cara untuk bekerja sama jika benar-benar ingin menghapuskan ancaman ISIS dan militan lainnya secara permanen. Tanpa kolaborasi yang tulus, serangan udara ini mungkin hanya akan menjadi awal dari babak baru peperangan yang tak kunjung usai.

Berita Terkait

Jannik Sinner Alami Gangguan Fisik di Madrid Open 2026
Bruce Willis Menghadapi Pemburu Mematikan di Film Apex 2021
Aturan Modal Swiss, Ketua UBS Peringatkan Pilihan Sulit bagi Ekonomi
Penjualan EV Meroket, New South Wales Tambah Stasiun Pengisian Daya
Saham Swiss, Pilihan Investasi Menarik di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Usulan 15 Poin AS ke Iran Buka Peluang Diplomasi Baru
Perang Iran Berkepanjangan Bisa Guncang Energi dan Ekonomi Dunia
Jerman Dukung Sanksi Uni Eropa terhadap Pemukim Israel di Tepi Barat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 21:49 WIB

Jannik Sinner Alami Gangguan Fisik di Madrid Open 2026

Rabu, 29 April 2026 - 20:22 WIB

Bruce Willis Menghadapi Pemburu Mematikan di Film Apex 2021

Rabu, 15 April 2026 - 21:06 WIB

Aturan Modal Swiss, Ketua UBS Peringatkan Pilihan Sulit bagi Ekonomi

Selasa, 14 April 2026 - 20:16 WIB

Penjualan EV Meroket, New South Wales Tambah Stasiun Pengisian Daya

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:12 WIB

Saham Swiss, Pilihan Investasi Menarik di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Berita Terbaru

Sinopsis Film Netflix GTA

Berita

Sinopsis Film Netflix GTA San Andreas, 5 Fakta Menarik

Senin, 4 Mei 2026 - 19:43 WIB