Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merespons rumor yang menyebut dirinya tewas atau terluka akibat serangan rudal Iran dengan cara yang tak biasa. Melalui video yang diunggah di akun Telegram resminya pada 15 Maret, Netanyahu terlihat duduk santai di sebuah kedai kopi di pinggiran Yerusalem sambil bercakap dengan ajudannya.
Dalam video itu, ajudannya menyinggung berbagai kabar liar yang beredar di media sosial mengenai kondisi Netanyahu setelah konflik memanas. Menanggapi isu tersebut, Netanyahu menjawab dengan nada bercanda bahwa ia “ingin minum kopi yang mati”, seraya memainkan kata “mati” untuk membantah rumor yang beredar luas.
Ia juga menanggapi video lain yang sebelumnya viral dan menuduh gambar dirinya merupakan rekayasa AI karena terlihat seolah memiliki enam jari. Netanyahu menertawakan tuduhan itu dan menyebutkan secara ringan apakah orang-orang juga ingin menghitung jumlah jarinya. Sejumlah pemeriksa fakta sebelumnya telah menjelaskan bahwa kesan enam jari muncul akibat sudut pengambilan gambar, bukan manipulasi visual.
Selain membantah rumor tersebut, Netanyahu juga menyampaikan pesan kepada masyarakat Israel. Ia meminta warga tetap menjalani aktivitas sehari-hari, keluar rumah untuk menghirup udara segar, namun tetap berada dekat tempat perlindungan karena ancaman rudal dari Iran belum sepenuhnya reda.
Menurut Netanyahu, dukungan publik sangat penting bagi pemerintah, militer Israel, dan lembaga intelijen dalam menghadapi situasi perang saat ini. Ia menyebut negaranya sedang memberikan tekanan besar kepada Iran dan juga melakukan berbagai langkah yang belum bisa dipublikasikan kepada masyarakat luas.
Sejak AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran pada 28 Februari, Netanyahu memang tidak terlalu sering tampil langsung di hadapan media. Kantornya lebih banyak menayangkan dokumentasi kunjungan ke lokasi terdampak, rumah sakit, fasilitas pelabuhan, hingga pangkalan militer. Konferensi pers yang ia lakukan pada 12 Maret lalu bahkan menjadi penampilan publik pertamanya dalam format terbuka sejak konflik meletus.
Minimnya interaksi langsung dengan pers memunculkan banyak spekulasi di media sosial, termasuk kabar bahwa ia menjadi korban serangan rudal Iran. Karena itu, video santai di kedai kopi ini dipandang sebagai pesan politik sekaligus upaya menepis rumor dengan pendekatan yang lebih personal dan mudah diterima publik.
Kehadiran Netanyahu dalam video tersebut menjadi sinyal bahwa ia masih aktif memimpin di tengah eskalasi konflik. Namun di balik candaan soal kopi dan enam jari, situasi keamanan Israel tetap berada dalam tensi tinggi, dengan ancaman serangan lanjutan yang terus membayangi.






