China Tanggapi Rencana Jepang Ubah Konstitusi Terkait Pasukan Bela Diri

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Sword. Foto oleh Reuters.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Sword. Foto oleh Reuters.

Pemerintah China meminta Jepang meninjau kembali sejarahnya serta tetap berada pada jalur pembangunan damai setelah muncul wacana perubahan Konstitusi Jepang untuk mengakui Pasukan Bela Diri sebagai angkatan bersenjata yang sah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Sword menyampaikan tanggapan tersebut dalam konferensi pers pada 4 Februari saat menjawab pertanyaan mengenai pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Dalam kampanye politik terbaru, Takaichi mengungkapkan rencana mendorong amandemen konstitusi guna memberikan status yang lebih jelas kepada Pasukan Bela Diri Jepang. Wacana tersebut mendapat perhatian dari negara-negara Asia karena berkaitan dengan sejarah perang Jepang di masa lalu.

China menilai setiap upaya perubahan konstitusi Jepang selalu menjadi perhatian komunitas internasional. Beijing menekankan pentingnya Jepang menghadapi sejarah masa lalu serta mempertahankan komitmen terhadap perdamaian regional.

Lin Sword menyerukan agar Jepang menunjukkan sikap damai melalui tindakan konkret guna memperoleh kepercayaan negara tetangga serta masyarakat global.

Takaichi sebelumnya menyatakan pengakuan konstitusional terhadap Pasukan Bela Diri diperlukan untuk melindungi kehormatan personel militer sekaligus menyesuaikan dengan dinamika keamanan saat ini. Ia juga menyebut amandemen konstitusi sebagai proses politik yang normal.

Konstitusi Jepang yang berlaku sejak 1947 melalui Pasal 9 menyatakan penolakan terhadap perang dan melarang pembentukan angkatan bersenjata permanen, meski Jepang tetap memiliki Pasukan Bela Diri dalam kerangka kebijakan pertahanan.

Untuk memulai amandemen konstitusi, proposal harus memperoleh dukungan dua pertiga anggota parlemen sebelum diajukan ke referendum nasional. Setelah pemilu 2024, koalisi pendukung perubahan konstitusi tidak lagi menguasai mayoritas dua pertiga di parlemen sehingga peluang amandemen dinilai terbatas.

Berita Terkait

Jannik Sinner Alami Gangguan Fisik di Madrid Open 2026
Bruce Willis Menghadapi Pemburu Mematikan di Film Apex 2021
Aturan Modal Swiss, Ketua UBS Peringatkan Pilihan Sulit bagi Ekonomi
Penjualan EV Meroket, New South Wales Tambah Stasiun Pengisian Daya
Saham Swiss, Pilihan Investasi Menarik di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Usulan 15 Poin AS ke Iran Buka Peluang Diplomasi Baru
Perang Iran Berkepanjangan Bisa Guncang Energi dan Ekonomi Dunia
Jerman Dukung Sanksi Uni Eropa terhadap Pemukim Israel di Tepi Barat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 21:49 WIB

Jannik Sinner Alami Gangguan Fisik di Madrid Open 2026

Rabu, 29 April 2026 - 20:22 WIB

Bruce Willis Menghadapi Pemburu Mematikan di Film Apex 2021

Rabu, 15 April 2026 - 21:06 WIB

Aturan Modal Swiss, Ketua UBS Peringatkan Pilihan Sulit bagi Ekonomi

Selasa, 14 April 2026 - 20:16 WIB

Penjualan EV Meroket, New South Wales Tambah Stasiun Pengisian Daya

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:12 WIB

Saham Swiss, Pilihan Investasi Menarik di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Berita Terbaru

Sinopsis Film Netflix GTA

Berita

Sinopsis Film Netflix GTA San Andreas, 5 Fakta Menarik

Senin, 4 Mei 2026 - 19:43 WIB