Pemerintah Meksiko mengungkap detail baru terkait operasi yang disebut berujung pada tewasnya Nemesio Oseguera, sosok yang dikenal luas sebagai pemimpin kartel besar di negara itu dan kerap dijuluki “El Mencho”. Menurut keterangan pejabat, titik awal pelacakan bermula dari pergerakan orang dekat yang terhubung dengan pacar sang gembong.
Menteri Pertahanan Meksiko Ricardo Trevilla pada 23 Februari menyampaikan bahwa sebelum operasi pada 22 Februari, agen intelijen mengidentifikasi lingkaran kepercayaan yang berkaitan dengan pasangan El Mencho. Dari sana, aparat memantau aktivitas yang mengarah pada sebuah pertemuan di wilayah Jalisco.
Dalam kronologi yang dipaparkan, pada 21 Februari petugas melihat seorang perempuan dibawa ke Tapalpa, resor pegunungan di negara bagian Jalisco, untuk bertemu Oseguera. Setelah perempuan tersebut pergi, Oseguera disebut tetap berada di area itu bersama pengawal.
Trevilla menuturkan bahwa pasukan respon cepat khusus dari Garda Nasional menyiapkan rencana operasi secara rinci. Mereka dikatakan mendekati lokasi, tetapi menahan diri untuk tidak masuk lebih awal ke Jalisco demi menjaga kerahasiaan dan mempertahankan unsur kejutan.
Setelah memastikan Oseguera berada di resor, aparat memutuskan melancarkan serangan. Trevilla menggambarkan operasi tersebut sebagai aksi yang “cukup intens”, dengan situasi lapangan yang berkembang cepat dan perlawanan dari kelompok bersenjata di sekitar target.
Dalam penindakan itu, pihak berwenang menyita persenjataan yang disebut berjumlah besar, termasuk senapan serbu dan dua peluncur roket. Pejabat juga mengingatkan bahwa pada 2015, pengawal Oseguera pernah menggunakan peluncur roket untuk menembak jatuh helikopter militer, yang membantu sang pemimpin kartel meloloskan diri kala itu.
Namun kali ini, menurut versi pemerintah, Oseguera tidak berhasil kabur. Saat mencoba melarikan diri, ia dan pengawal inti disebut bersembunyi di hutan sekitar resor. Pasukan dikatakan cepat mengepung area meski menghadapi perlawanan yang sengit.
Trevilla menyebut kelompok pengawal sempat menabrak helikopter militer sehingga helikopter harus melakukan pendaratan darurat di pangkalan terdekat. Dalam baku tembak berikutnya, tentara melukai Oseguera dan dua pengawal; ketiganya dibawa menuju rumah sakit di Guadalajara namun dinyatakan meninggal dalam perjalanan.
Jenazah kemudian diterbangkan ke Mexico City dan diserahkan ke Kantor Kejaksaan Agung. Menteri Keamanan Omar Garcia Harfuch menyatakan bahwa jenazah Oseguera akan diserahkan kepada keluarga, menandai langkah administratif lanjutan dari hasil operasi.
Pasca kejadian, pemerintah mencatat adanya aksi balasan. Kelompok bersenjata memblokir lebih dari 20 rute di Jalisco dengan membakar mobil dan truk. Disebutkan pula 25 personel Garda Nasional tewas dalam enam serangan balasan, sementara gelombang kekerasan sempat menjalar ke beberapa wilayah lain sebelum mereda pada 23 Februari.
Untuk menahan eskalasi, pemerintah mengerahkan sekitar 10.000 tentara. Meski situasi disebut lebih tenang, blokade masih dilaporkan terjadi di area terpencil Jalisco dan wilayah tetangga Michoacan, sehingga aparat menjaga pengamanan pada titik-titik rawan.
Media di Amerika Serikat selama ini kerap menyebut Oseguera sebagai salah satu tokoh paling kuat di jaringan narkotika Meksiko. Kartelnya, CJNG yang didirikan pada 2009, disebut menjadi organisasi yang sangat keras, dan Washington memasukkannya dalam daftar organisasi teroris karena dugaan peredaran kokain, heroin, metamfetamin, serta fentanyl ke AS. Peristiwa ini juga muncul di tengah tekanan AS agar Meksiko menahan arus fentanyl, seiring ancaman tarif impor dari Presiden AS Donald Trump terhadap barang dari Meksiko.






