Salat Idulfitri menjadi salah satu ibadah yang paling ditunggu saat Lebaran. Dilaksanakan pada pagi hari, salat ini berstatus sunnah muakkadah—sangat dianjurkan—dan biasanya dilakukan sebelum kegiatan silaturahmi dan halal bihalal dimulai. Namun, pertanyaan yang sering muncul setiap tahun adalah: salat Id itu mulai jam berapa, dan batas waktunya sampai kapan?
Dalam pembahasan fikih, ulama mazhab Syafi’i sepakat bahwa batas akhir pelaksanaan salat Id adalah ketika matahari tergelincir (zawal). Ketentuan ini tercantum dalam pembahasan Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab. Artinya, jika sudah masuk waktu zuhur, maka waktu salat Id sudah berakhir.
Soal waktu awal, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama Syafi’iyyah. Ada yang berpendapat bahwa salat Id boleh dimulai sejak matahari terbit. Namun, pendapat yang dinilai paling kuat menyatakan lebih utama menunggu hingga matahari naik setinggi satu tombak, sehingga waktu pelaksanaannya tidak terlalu mepet dengan momen terbit matahari.
Pendapat lain menyatakan waktu awal salat Id dimulai ketika matahari sudah naik (setelah terbit). Pandangan ini juga memiliki pijakan dalam literatur, dan disebut sebagai pendapat yang zahir dari sebagian ulama. Dengan demikian, perbedaan ini lebih pada “kapan paling ideal dimulai”, bukan pada batas akhirnya yang sudah disepakati: sebelum zawal.
Dalam praktik di Indonesia, banyak daerah memulai salat Id sekitar pukul 06.30 waktu setempat. Namun angka ini bukan angka sakral yang sama persis di semua tempat. Pelaksanaannya tetap menyesuaikan kondisi lokal, seperti koordinasi panitia, kepadatan jemaah, lokasi pelaksanaan, dan kebiasaan setempat.
Contoh jadwal yang diumumkan masjid besar juga bisa berbeda. Misalnya, Masjid Istiqlal Jakarta pernah mengumumkan pelaksanaan salat Id pada pukul 07.00 WIB untuk pelaksanaan pada hari Lebaran, dan kegiatan dibuka untuk umum tanpa pendaftaran. Jadwal seperti ini biasanya mempertimbangkan arus kedatangan jemaah, akses masuk, serta kebutuhan pengaturan keamanan dan kenyamanan.
Secara ringkas, patokan yang mudah diingat adalah: salat Id dilaksanakan pada pagi hari, setelah matahari terbit, dan berakhir sebelum masuk zuhur. Jika ingin aman dan tidak terburu-buru, datang lebih awal sesuai arahan panitia, karena yang sering “habis duluan” bukan waktunya—melainkan tempat parkirnya.
Bagi jemaah, penting juga memperhatikan lokasi salat yang terdekat dan kondisi lalu lintas saat Lebaran. Semakin besar masjid dan lapangan, biasanya semakin ramai. Karena itu, banyak pemerintah daerah dan pengurus masjid menyarankan warga untuk memecah kerumunan dengan memilih titik salat di lingkungan masing-masing.
Dengan memahami rentang waktu salat Id, masyarakat bisa lebih tenang menyiapkan diri: mandi, berpakaian rapi, sarapan secukupnya (jangan kebablasan, nanti ngantuk), lalu berangkat agar bisa mengikuti khutbah dan doa penutup dengan khidmat.






