Trump Sebut Hormuz Sebagai Selat Trump di Tengah Eskalasi Timur Tengah

Avatar photo

- Penulis Berita

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trump

Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu perhatian publik internasional setelah menyebut Selat Hormuz sebagai “Selat Trump” dalam pidatonya di Florida. Ucapan itu muncul saat situasi di Timur Tengah terus memanas dan memunculkan kekhawatiran baru terkait jalur energi global, konflik regional, dan risiko meluasnya serangan terhadap fasilitas strategis di Iran.

Dalam pidato yang ia sampaikan di ajang FII Priority Conference di Miami pada 27 Maret 2026, Trump sempat mengatakan bahwa Iran harus membuka “Selat Trump”, sebelum kemudian mengoreksinya menjadi Selat Hormuz. Meski ia menyebutnya sebagai kesalahan, Trump juga menambahkan bahwa ia tidak sering salah. Ucapan ini cepat menarik sorotan karena disampaikan di tengah retorika yang sudah lebih dulu keras terhadap Teheran.

Sebelumnya, Trump memang telah mendesak Iran agar membuka penuh Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Ia juga memberi peringatan keras bahwa jika hal itu tidak dilakukan, Amerika Serikat akan mengambil tindakan terhadap fasilitas energi Iran. Dalam pernyataan lanjutan, Trump bahkan menyebut masih ada ribuan target di Iran yang dapat diserang. Nada seperti ini membuat banyak pengamat melihat konflik telah bergerak ke fase yang semakin berbahaya.

Trump dalam pidato yang sama juga menyatakan bahwa perang dengan Iran sudah “hampir selesai”, meski belum sepenuhnya berakhir. Ia berulang kali menyebut Amerika Serikat berada dalam posisi menang. Pernyataan semacam ini memperlihatkan bahwa Gedung Putih sedang membangun narasi kemenangan di tengah situasi yang faktanya masih sangat cair. Dan seperti biasa, kalau Trump bicara soal perang, kalimatnya jarang pakai rem tangan.

Di sisi lain, serangan udara Israel terhadap berbagai target di Iran juga menandai eskalasi yang sangat serius. Salah satu target penting yang disorot adalah fasilitas pemrosesan uranium di kota Yazd. Menurut keterangan dari pihak Israel, lokasi tersebut dianggap strategis karena berkaitan dengan rantai pasokan pengayaan uranium. Iran mengakui adanya serangan, tetapi menyatakan tidak terjadi korban jiwa maupun kebocoran radiasi.

Meski demikian, muncul kekhawatiran besar setelah satu hulu ledak dilaporkan jatuh dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr. Selain Yazd, serangan juga menyasar kompleks air berat Khondab, dua pabrik baja besar, dan beberapa wilayah lain seperti Teheran, Kashan, Ahwaz, serta Qom. Menurut data dari pihak Iran, total korban tewas sejak konflik pecah pada akhir Februari telah melampaui 1.900 orang.

Pemerintah Iran merespons dengan ancaman balasan keras. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa Israel akan dipaksa membayar harga mahal atas serangan terhadap infrastruktur penting Iran. Di saat yang sama, para analis mencatat bahwa serangan ke fasilitas sipil dan strategis justru memperkuat solidaritas domestik di Iran, bahkan di kalangan warga yang sebelumnya kritis terhadap pemerintah. Dalam konflik besar, serangan yang terlalu luas sering kali justru menyatukan pihak yang sebelumnya tercerai.

Dampak konflik ini juga tidak berhenti di kawasan perang. Selat Hormuz tetap menjadi jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global, sehingga setiap ancaman terhadap jalur tersebut langsung mengguncang pasar energi dan ketahanan pangan dunia. Jika situasi terus memburuk, negara-negara berpendapatan rendah akan menjadi pihak yang paling cepat merasakan dampaknya melalui kenaikan harga energi, logistik, dan bahan pangan. Maka, ucapan Trump tentang “Selat Trump” mungkin terdengar seperti selipan ego politik, tetapi latar belakang situasinya jauh dari bahan bercanda.

Berita Terkait

Fenomena Langit Mei 2026, Jadwal Lengkap Hujan Meteor & Blue Moon
Sinopsis Film Netflix Ikatan Darah, Review & Fakta Menarik
Sinopsis Film Netflix Part Time Wife, Review & Plot Twist!
Sinopsis Film Netflix GTA San Andreas, 5 Fakta Menarik
Sinopsis Drama Korea If Wishes Could Kill, Teror Aplikasi Maut 2026
Sinopsis Drama Korea When Life Gives You Tangerines & 5 Fakta Menarik
Sinopsis Drama Korea Perfect Crown, Alur Cerita & Pemeran
Free Fire MAX Download PC, Cara Main Lancar Tanpa Lag 2026

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 19:57 WIB

Fenomena Langit Mei 2026, Jadwal Lengkap Hujan Meteor & Blue Moon

Senin, 4 Mei 2026 - 19:53 WIB

Sinopsis Film Netflix Ikatan Darah, Review & Fakta Menarik

Senin, 4 Mei 2026 - 19:48 WIB

Sinopsis Film Netflix Part Time Wife, Review & Plot Twist!

Senin, 4 Mei 2026 - 19:43 WIB

Sinopsis Film Netflix GTA San Andreas, 5 Fakta Menarik

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:20 WIB

Sinopsis Drama Korea If Wishes Could Kill, Teror Aplikasi Maut 2026

Berita Terbaru

Sinopsis Film Netflix GTA

Berita

Sinopsis Film Netflix GTA San Andreas, 5 Fakta Menarik

Senin, 4 Mei 2026 - 19:43 WIB