Topik mudik Lebaran, kenyamanan kereta ekonomi, dan fasilitas stasiun di wilayah Bandung menjadi perhatian besar pembaca PRFM News pada Jumat, 13 Maret 2026. Tiga artikel dengan tema tersebut masuk dalam daftar konten paling banyak dibaca di prfmnews.id hari itu.
Artikel yang menempati posisi teratas membahas jalur alternatif di Jawa Barat agar pemudik tidak terjebak macet di ruas utama saat arus Lebaran 2026. Bahasan ini menarik minat pembaca karena kemacetan di jalan non-tol lintas utara, tengah, dan selatan Jabar memang diprediksi meningkat pada masa mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dinas Perhubungan Jawa Barat disebut mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan jalur alternatif selain mengandalkan rekayasa lalu lintas. Sejumlah rute cadangan di berbagai lintasan pun disiapkan agar potensi kepadatan di jalur utama bisa ditekan. Informasi seperti ini memang cepat dicari, karena menjelang mudik orang biasanya lebih rajin hafal jalur daripada hafal playlist perjalanan.
Artikel populer kedua menyoroti operasional perdana Kereta Ekonomi Kerakyatan yang mulai berjalan pada Rabu, 11 Maret 2026. Meski hadir sebagai sarana tambahan untuk mendukung mudik Lebaran, kereta ini langsung mendapat perhatian karena memiliki sejumlah kekurangan yang dirasakan penumpang.
Di antaranya adalah lorong kereta yang sempit serta susunan kursi yang tidak sejajar. Kereta ini merupakan hasil modifikasi dari kereta ekonomi AC package dengan model kursi tegak berhadapan. Namun di balik kelebihannya sebagai opsi transportasi tambahan, kenyamanan interior justru menjadi bahan perbincangan publik.
Sementara itu, artikel ketiga yang banyak dibaca membahas kritik warganet terhadap fasilitas skybridge di sejumlah stasiun wilayah Daop 2 Bandung. Sebelumnya, DJKA Kemenhub sudah lebih dulu mendapat sorotan akibat lift dan eskalator rusak di Stasiun Rancaekek. Kini, perhatian publik bergeser ke akses penyeberangan penumpang yang dinilai kurang nyaman.
Beberapa stasiun yang disebut dalam keluhan warganet antara lain Cicalengka, Haurpugur, Cimekar, dan Kiaracondong. Kritik ini memperlihatkan bahwa perhatian masyarakat terhadap kualitas layanan transportasi tidak hanya tertuju pada tarif atau jadwal, tetapi juga pengalaman fisik saat menggunakan fasilitas stasiun.
Popularitas tiga artikel tersebut menunjukkan bahwa isu transportasi menjadi perhatian utama menjelang arus mudik Lebaran. Pembaca tidak hanya mencari informasi jalur tercepat, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan sarana angkutan dan fasilitas pendukung di stasiun. Bagi media lokal seperti PRFM, kombinasi isu praktis dan pengalaman warga seperti inilah yang paling cepat menarik perhatian publik.






