Jalur selatan Jawa Barat selalu punya “magnet” sendiri saat musim mudik. Banyak pemudik dari arah barat memilih rute ini untuk menuju Garut, Tasikmalaya, Ciamis, hingga Pangandaran. Konsekuensinya, kemacetan kerap jadi tamu tahunan—datang tanpa undangan, pulangnya susah.
Dinas Perhubungan Jawa Barat memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 di jalur selatan akan terjadi pada 14–15 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 28–29 Maret 2026, bertepatan dengan fase akhir libur Lebaran dan mulai bergulirnya kembali aktivitas sekolah maupun kerja.
Perkiraan ini dikaitkan dengan momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang diprediksi jatuh pada 21–22 Maret 2026. Artinya, gelombang mudik diperkirakan menguat pada pekan sebelumnya, sedangkan arus balik memuncak mendekati habisnya masa liburan.
Kepala Dishub Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyampaikan bahwa Jawa Barat memiliki posisi sangat strategis dalam pergerakan mudik nasional. Provinsi ini bukan hanya menjadi daerah asal dan tujuan pemudik, tetapi juga menjadi jalur lintasan besar menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Karena itu, antisipasi tidak bisa dilakukan sendirian. Dishub Jabar mengandalkan koordinasi dengan banyak pihak, termasuk Kementerian Perhubungan, Polda Jawa Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas I Jawa Barat, serta Organda. Tujuannya agar pengaturan operasional di lapangan sejalan, tidak saling “tabrakan” kebijakan.
Koordinasi kesiapan angkutan Lebaran tersebut disebut telah dilakukan lewat pertemuan pada 26 Februari 2026. Dalam forum itu, instansi terkait membahas langkah-langkah untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk mitigasi titik rawan kepadatan dan kesiapan layanan transportasi.
Jalur selatan sendiri memiliki karakter unik. Banyak ruas melewati kawasan dengan kontur beragam, permukiman padat di beberapa titik, serta akses wisata yang ikut meningkatkan volume kendaraan. Karena itu, prediksi puncak mudik menjadi acuan penting untuk menyiapkan pengaturan lalu lintas, penempatan petugas, serta strategi rekayasa jika terjadi kepadatan panjang.
Selain pengaturan arus, koordinasi juga penting untuk memastikan layanan penumpang tetap aman dan nyaman, baik untuk kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Di masa puncak, persoalan bukan hanya “macet”, tetapi juga keselamatan, kelelahan pengemudi, hingga manajemen waktu perjalanan keluarga.
Dengan prediksi tanggal puncak di tangan, pemudik di jalur selatan Jabar disarankan menyiapkan rencana perjalanan lebih matang: pilih jam berangkat yang lebih aman, cek kondisi kendaraan, dan siapkan opsi rute cadangan. Karena di jalanan, yang paling berbahaya bukan cuma macet—tapi juga keputusan dadakan saat emosi sudah ikut mudik duluan.






