Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, hingga kini belum dirasakan oleh ribuan daftar penerima manfaat (DPM). Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya orang tua siswa yang menantikan realisasi bantuan gizi bagi anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Penanggung Jawab Yayasan Garuda Kuningan Raya, Bambang H. Ari Murti, menjelaskan bahwa program MBG di wilayah tersebut masih dalam tahap pembenahan sistem agar dapat berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa keterlambatan bukan disebabkan oleh penghentian program, melainkan adanya beberapa kendala teknis yang masih diselesaikan.
Menurut Bambang, faktor utama belum terealisasinya penyaluran paket MBG dari SPPG Kuningan Hantara Citapen adalah karena satuan pelayanan tersebut belum beroperasi. Hal ini berkaitan dengan dana bantuan pemerintah pusat yang hingga kini belum masuk ke rekening virtual SPPG, sehingga operasional belum dapat dimulai.
Selain itu, terdapat kendala dari sisi sumber daya manusia. Pihak yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional untuk wilayah tersebut, yakni Fajar Adrian, saat ini tengah menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Jakarta Timur, sehingga proses persiapan teknis menjadi terhambat.
Bambang menambahkan bahwa Yayasan Garuda Kuningan Raya bersama mitra terkait saat ini masih memproses berbagai kelengkapan administrasi yang dipersyaratkan oleh pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional. Proses tersebut menjadi tahapan penting sebelum SPPG dapat beroperasi secara penuh dan menyalurkan paket MBG kepada para penerima manfaat.
Ia memastikan bahwa setelah seluruh persyaratan terpenuhi dan SPPG siap beroperasi, pihak yayasan akan segera berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara tertib dan tepat sasaran.
Bambang berharap program prioritas nasional ini dapat segera berjalan lancar di Kabupaten Kuningan, sehingga seluruh penerima manfaat yang telah terdata dapat menikmati program MBG sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat.






