Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan keinginan agar pengadaan truk sampah berbasis listrik bisa dimulai pada 2026. Ia menilai upaya mengurangi polusi tidak seharusnya dibarengi armada pengangkut sampah yang justru menambah emisi di jalan.
Pramono mengatakan jumlah truk sampah listrik milik Pemprov DKI saat ini masih sangat terbatas, bahkan disebut masih di bawah 10 unit. Salah satu hambatan utama adalah kebutuhan energi besar pada truk sampah tipe compactor yang harus mengangkut beban berat setiap hari. Meski begitu, ia menegaskan bila spesifikasi truk listrik memadai untuk kebutuhan operasional, maka ia akan memerintahkan agar langkah tersebut segera dijalankan.
Selain isu emisi, Pemprov DKI juga menyoroti persoalan air lindi yang kerap menetes dari truk saat pengangkutan. Pramono menyebut keluhan terkait lindi menjadi sumber keresahan warga, sehingga ia meminta perbaikan spesifikasi truk agar lebih tertutup dan tidak menimbulkan dampak lingkungan di sepanjang rute pengangkutan.
Ia juga menyinggung pembaruan armada operasional di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, yang disebut sudah memakai truk keluaran 2024–2025. Ke depan, Pramono berharap standar armada bisa naik, dengan pilihan listrik, compactor yang lebih baik, dan sistem pencegah lindi agar persoalan sampah tidak menambah masalah lingkungan lain di kota.






