Menunggu waktu berbuka puasa tidak harus identik dengan rebahan sambil menatap jam dinding. Di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, ngabuburit justru diisi dengan kegiatan yang bikin keringat keluar sebelum adzan—Fun Futsal antar Karang Taruna se-kecamatan.
Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, ikut turun meramaikan kegiatan yang digelar di Kelurahan Cipete pada Sabtu (7/3/2026). Suasananya santai, tapi semangatnya serius. Para pemuda dari berbagai Karang Taruna bermain dengan antusias, seolah-olah finalnya digelar di “Liga Ramadan Champions”.
Maryono membuka acara dengan pesan sederhana: puasa bukan alasan untuk berhenti aktif. Ia menyebut olahraga seperti futsal membantu menjaga kebugaran agar tubuh tetap fit selama menjalankan ibadah Ramadan. Menurutnya, badan yang bugar membuat aktivitas ibadah dan pekerjaan harian terasa lebih ringan.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan pelit dukungan jika kegiatan anak muda membawa dampak positif. Karang Taruna, menurut Maryono, adalah wadah penting untuk pembinaan, tempat mengasah potensi, sekaligus ruang belajar berorganisasi. Ketika pemuda diberi ruang, kreativitas biasanya ikut tumbuh.
“Selama kegiatannya positif, kami tentu sangat mendukung,” kurang lebih itu garis besar pernyataannya. Bahkan ia mendorong agar makin banyak agenda yang dimotori pemuda, bukan hanya di bulan Ramadan, tetapi juga sepanjang tahun—mulai dari olahraga, sosial, sampai kegiatan pengembangan keterampilan.
Maryono mengingatkan bahwa masa depan kota dan bangsa banyak ditentukan oleh kualitas generasi muda. Karena itu, ia meminta anggota Karang Taruna terus mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan aktif dalam kegiatan yang meningkatkan kapasitas diri. Bukan cuma jago gocek bola, tapi juga jago mengelola diri.
Ia juga menyarankan pemuda memperbanyak pengalaman lewat komunitas dan kegiatan lapangan. Pengalaman seperti ini, menurutnya, kelak menjadi bekal ketika mereka harus menjadi tumpuan keluarga dan masyarakat. Kuncinya: tetap bergerak, tetap belajar, dan jangan takut mencoba hal baru.
Di sisi lain, fun futsal seperti ini punya nilai sosial yang tidak kecil. Pertemuan lintas Karang Taruna membantu memperkuat jejaring antar pemuda, menurunkan potensi gesekan, dan menambah ruang kolaborasi. Olahraga jadi media komunikasi yang paling cepat: beda pendapat bisa selesai lewat tos, bukan lewat status sindiran.
Dengan model ngabuburit yang sehat seperti ini, Pemkot Tangerang berharap budaya aktivitas positif makin mengakar. Karena kalau menunggu berbuka saja bisa produktif, apalagi menunggu gajian—harusnya bisa lebih rajin lagi, ya.






