Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendorong generasi muda untuk aktif melestarikan budaya Nusantara melalui seni pertunjukan, khususnya tari. Ajakan ini disampaikan saat menghadiri kegiatan Pelatihan 1.000 Penari Genjring Party yang digelar DPP Gema Sadhana di Jakarta.
Fadli menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara dan seluruh pihak yang berhasil menghadirkan pelatihan berskala besar dengan melibatkan seribu penari dari berbagai sanggar dan komunitas. Menurutnya, pelibatan generasi muda dalam jumlah besar menunjukkan energi budaya yang masih kuat dan perlu terus dirawat.
Ia menegaskan bahwa keikutsertaan anak muda bukan sekadar persoalan jumlah peserta. Lebih dari itu, kegiatan seperti ini mencerminkan disiplin, komitmen, dan semangat menjaga identitas kebangsaan melalui ekspresi seni tari tradisional.
Dalam pandangannya, pelatihan ini merupakan langkah konkret untuk merawat sekaligus meregenerasi seni tari tradisional sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan nasional. Upaya pelestarian budaya, kata dia, harus bergerak dari kegiatan nyata dan berkelanjutan, bukan hanya seremonial.
Fadli juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, dengan ratusan bahasa daerah dan ribuan suku bangsa. Karena itu, kebudayaan perlu dijaga dan dimajukan melalui berbagai medium, termasuk seni tari yang dekat dengan generasi muda.
Pemerintah, melalui Kementerian Kebudayaan, disebut terus mendorong penguatan ekosistem seni tari dari hulu ke hilir. Dukungan itu meliputi pembinaan talenta, penguatan sanggar, hingga perluasan jejaring dan panggung di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi lintas generasi di Jabodetabek, mempertemukan komunitas seni, pembina sanggar, organisasi kebudayaan, dan pemerintah. Sinergi tersebut penting agar pelestarian budaya tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan.
Sejumlah tokoh yang hadir juga menekankan bahwa ruang kebudayaan harus terus dijaga sebagai milik bersama bangsa. Kehadiran para penari muda dianggap sebagai tanda bahwa budaya tetap relevan, hidup, dan mampu menjadi kebanggaan yang diwariskan ke generasi berikutnya.
Pesan utama dari kegiatan ini adalah bahwa masa depan budaya Nusantara sangat bergantung pada keberanian generasi muda untuk terlibat, berlatih, dan berkarya. Dengan dukungan komunitas, negara, dan ruang tampil yang memadai, seni tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa berkembang dan semakin dikenal luas.






