Sebuah laporan media teknologi menyoroti lonjakan penghapusan aplikasi ChatGPT di Amerika Serikat setelah muncul polemik seputar hubungan perusahaan AI dengan Departemen Pertahanan AS (DoD). Di saat yang sama, aplikasi Claude dari Anthropic disebut mengalami kenaikan unduhan dan menanjak di peringkat App Store.
Narasi yang beredar mengaitkan perubahan perilaku pengguna ini dengan perdebatan soal batas etika penggunaan AI untuk kepentingan keamanan nasional. Dalam laporan tersebut, Anthropic digambarkan menolak perluasan pemakaian teknologi AI untuk skenario tertentu, termasuk pengawasan massal dan sistem senjata otonom tanpa pengawasan manusia.
Di sisi lain, OpenAI disebut kemudian masuk dalam pembicaraan dengan DoD. Meski ada penjelasan bahwa tetap terdapat pembatasan penggunaan melalui mekanisme teknis dan hak veto tertentu, sebagian pengguna dinilai menganggap langkah itu belum cukup meredakan kekhawatiran reputasi maupun etika.
Dampaknya, menurut data yang dikutip dari Sensor Tower dalam laporan tersebut, uninstall aplikasi ChatGPT di AS melonjak 295% dalam satu hari pada Sabtu, 28 Februari 2026. Angka itu disebut jauh lebih tinggi dibanding rata-rata harian bulan sebelumnya yang berkisar di level satu digit.
Tidak hanya penghapusan aplikasi, laju unduhan baru ChatGPT juga dikabarkan melemah. Laporan menyebut instalasi baru turun 13% dibanding hari sebelumnya dan kembali terkoreksi 5% keesokan harinya. Pergeseran ini kontras dengan tren pertumbuhan yang disebut terjadi tepat sebelum kabar perjanjian mencuat.
Sebaliknya, Claude disebut melesat di App Store Apple dan menempati posisi teratas di Amerika Serikat. Bahkan, performa aplikasi itu juga dilaporkan menguat di sejumlah negara Eropa seperti Jerman dan Swiss, dengan kenaikan posisi yang signifikan dibanding pekan sebelumnya.
Reaksi pengguna juga disebut tercermin pada ulasan aplikasi. Dalam laporan itu, rating bintang satu untuk ChatGPT dikatakan melonjak tajam, sementara porsi ulasan bintang lima menyusut. Pola ini mengindikasikan bahwa ketidakpuasan tidak hanya diwujudkan lewat uninstall, tetapi juga melalui penilaian publik di toko aplikasi.
Terlepas dari klaim dramatis “semua orang pindah”, realitas pasar biasanya lebih kompleks. Pergeseran peringkat aplikasi dapat dipengaruhi banyak faktor, seperti momentum berita, sentimen media sosial, dan dinamika promosi. Namun, laporan ini tetap menunjukkan bahwa isu kebijakan dan etika AI kini punya dampak langsung pada perilaku pengguna konsumen.
Bagi industri AI, kasus ini menjadi pengingat bahwa pertarungan bukan lagi semata soal kemampuan model atau fitur baru. Kepercayaan publik, posisi etika, dan komunikasi perusahaan terhadap isu sensitif juga dapat memengaruhi adopsi produk secara cepat, bahkan dalam hitungan hari.
Apakah tren ini akan bertahan atau hanya reaksi sesaat, masih perlu dilihat dari data beberapa minggu ke depan. Yang jelas, persaingan antara platform AI kini berlangsung tidak hanya di laboratorium dan benchmark, tetapi juga di ranah persepsi publik serta respons pengguna di toko aplikasi.






